WhatsApp Icon

Pemberdayaan Berbasis Umat: Baznas Ponorogo Salurkan Modal Ayam Petelur untuk Gapoktan Margo Tani Utomo

01/07/2026  |  Penulis: Intan Gandhini

Bagikan:URL telah tercopy
Pemberdayaan Berbasis Umat: Baznas Ponorogo Salurkan Modal Ayam Petelur untuk Gapoktan Margo Tani Utomo

Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Ponorogo

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan modal usaha produktif kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Tani Utomo di Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (30/06/2026). Bantuan ini menyasar 32 orang anggota kelompok, di mana masing-masing penerima manfaat mendapatkan 10 ekor ayam petelur berusia 16 minggu beserta satu sak pakan sebagai stimulus awal. Penyerahan bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Baznas Ponorogo, Bapak Kholid, S.Ag., M.Pd., dengan didampingi oleh Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

Langkah Baznas ini merupakan strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal, yang secara teori menggeser fungsi zakat dari sekadar konsumtif menjadi produktif. Dipilihnya ayam berusia 16 minggu secara teknis sangat tepat, karena unggas tersebut sudah mendekati usia matang untuk bertelur (sekitar 18 hingga 20 minggu), sehingga penerima manfaat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan arus kas (cash flow) harian dari hasil penjualan telur. Skema ini berpotensi menciptakan ketahanan pangan tingkat rumah tangga sekaligus memberikan tambahan pendapatan berkala yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan di Kecamatan Balong.

Namun, jika dibedah secara kritis dari perspektif ekonomi makro dan keberlanjutan (sustainability), bantuan berskala mikro seperti ini menghadapi tantangan besar pada aspek economies of scale (skala ekonomi). Kepemilikan hanya 10 ekor ayam per orang dinilai terlalu kecil untuk dapat bersaing di pasar atau menghasilkan margin keuntungan yang signifikan jika dihitung dengan biaya penyusutan dan risiko kematian ternak. Ketika satu sak pakan bantuan tersebut habis, para peternak mikro ini akan langsung berhadapan dengan fluktuasi harga pakan pabrikan yang cenderung tinggi, yang berisiko menggerus seluruh keuntungan atau bahkan memicu kegagalan usaha jika tidak diantisipasi sejak awal.

Oleh karena itu, kunci keberhasilan program ini tidak boleh berhenti pada momentum seremonial penyerahan bantuan semata, melainkan pada tata kelola kolektif pasca-bantuan. Gapoktan Margo Tani Utomo harus mengonsolidasikan seluruh anggotanya agar 320 ekor ayam yang tersebar dapat dikelola dengan sistem korporasi mikro, seperti pembelian pakan secara komunal untuk menekan biaya input dan standardisasi harga jual telur di pasar. Tanpa adanya pendampingan intensif dari Baznas maupun dinas terkait mengenai manajemen risiko, mitigasi penyakit unggas, dan integrasi pasar, dikhawatirkan bantuan modal ini akan habis terkonsumsi dan gagal bertransformasi menjadi pilar kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ponorogo.

Lihat Daftar Rekening →