WhatsApp Icon
Sinergi RSUD dr. Hardjono S dan BAZNAS Ponorogo: Ringankan Beban Pengobatan Ananda Alvino

BAZNAS NEWS – Manajemen RSUD dr. Hardjono S Ponorogo bergerak cepat menyalurkan bantuan biaya perawatan dari BAZNAS Kabupaten Ponorogo untuk keluarga ananda Alvino, warga RT 02/RW 01, Dukuh Segropyak, Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung. Langkah nyata ini terekam dalam dokumentasi BAZNAS Ponorogo, yang memperlihatkan penyerahan bantuan secara langsung di area kerja rumah sakit. Kolaborasi strategis ini hadir sebagai solusi konkret untuk meringankan beban finansial keluarga di tengah masa-masa sulit mendampingi buah hati yang sedang sakit.

Dari kacamata medis, jaminan kepastian biaya memiliki korelasi linear yang sangat kuat terhadap tingkat keberhasilan kesembuhan pasien (clinical outcome). Ketika hambatan finansial berhasil dipangkas, risiko terjadinya penundaan tindakan atau pengobatan putus tengah jalan (drop-out) yang dapat memperburuk patofisiologi penyakit anak bisa dihindari. Intervensi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini memastikan tim medis RSUD dr. Hardjono S dapat fokus memberikan pelayanan yang komprehensif, kontinu, dan optimal demi menyelamatkan fase tumbuh kembang ananda Alvino.

Penyaluran bantuan ini juga menjadi implementasi nyata yang sinkron dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60 mengenai tata kelola asnaf zakat. Keluarga ananda Alvino sangat tepat dikategorikan ke dalam asnaf fakir atau miskin, yaitu kelompok yang mengalami keterbatasan daya finansial untuk memenuhi hak dasar atas akses kesehatan. Melalui pendekatan ini, instrumen filantropi Islam terbukti bergerak adaptif dan responsif dalam misi kemanusiaan yang mulia, yakni melindungi keberlangsungan jiwa manusia (hifzh an-nafs) sebagai bagian dari inti Maqashid asy-Syari'ah.

Melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel antara kedua lembaga, dana umat berhasil dioptimalkan untuk memutus potensi kemiskinan ekstrem akibat beban biaya medis yang tinggi (catastrophic health expenditure). Manajemen RSUD dr. Hardjono S berharap bantuan ini tidak hanya mempercepat pemulihan kesehatan ananda Alvino, tetapi juga mampu mengetuk hati para muzaki untuk terus istikamah berbagi. Gotong royong berbasis syariat ini diharapkan terus bergulir luas demi menebar maslahat yang lebih besar bagi masyarakat Ponorogo.***

10/06/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Rehab Rumah di Banyudono: Upaya Ilmiah Pengentasan Kemiskinan Berbasis Syariat

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam kemaslahatan umat. Pada Selasa, 9 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo resmi menyalurkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Bapak Suharni, seorang warga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo.

Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Ponorogo, Dr. Muhammad Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I., dengan didampingi oleh Wakil Ketua IV, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., serta Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan bahwa setiap program yang digulirkan dikawal dengan manajemen yang serius dan transparan.

Tinjauan Ilmiah: Rumah sebagai Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

Secara ilmiah, fokus BAZNAS Ponorogo dalam memprioritaskan program rehab rumah bukanlah tanpa alasan. Dalam studi ekonomi pembangunan dan sosiologi, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan indikator utama dalam mengukur Multidimensional Poverty Index (MPI) atau Indeks Kemiskinan Multidimensi.

Ada hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang kuat antara kondisi hunian dengan produktivitas manusia:

Kesehatan dan Produktivitas: Rumah yang tidak layak huni (lembap, sanitasi buruk, kurang pencahayaan) menjadi sarang penyakit. Secara epidemiologi, hunian buruk meningkatkan risiko penyakit infeksi dan ISPA. Ketika kepala keluarga atau anggota keluarga sakit, produktivitas ekonomi mereka mandek, yang akhirnya memperdalam jebakan kemiskinan (poverty trap).

Aspek Psikologis dan Kognitif: Hunian yang aman dan layak memberikan stabilitas psikologis (mereduksi stres kronis) dan ruang belajar yang kondusif bagi anak-anak. Secara jangka panjang, ini memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui peningkatan kualitas modal manusia (human capital).

Dengan memperbaiki rumah Bapak Suharni, BAZNAS Ponorogo secara ilmiah sedang membangun fondasi kesehatan, sosial, dan ekonomi dasar yang menjadi modal utama bagi keluarga penerima manfaat untuk keluar dari garis kemiskinan.

Analisis Syariah: Kesesuaian Dana ZIS dengan Delapan Asnaf

Penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) oleh BAZNAS Ponorogo untuk program rehab rumah ini dinilai sangat tepat sasaran dan memenuhi regulasi hukum Islam (as-Siyasah asy-Syar'iyyah).

Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60, Allah SWT telah menetapkan 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat. Jika dianalisis, bantuan untuk Bapak Suharni masuk ke dalam kategori yang sangat krusial.

Bapak Suharni selaku penerima manfaat masuk dalam kategori Miskin (memiliki harta/penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mendasar) atau Fakir. Rumah merupakan kebutuhan primer (al-hajah al-ashliyyah) dalam konsep Maqashid Syariah (Hifzh an-Nafs / Menjaga Jiwa dan Hifzh al-Mal / Menjaga Harta).

Secara perluasan makna kontemporer yang disepakati banyak ulama, program pengentasan kemiskinan struktural demi menjaga kehormatan dan keimanan umat Muslim dari kekufuran akibat kemiskinan juga dapat diakomodasi dalam penguatan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan RTLH ini sangat sesuai dengan ketentuan asnaf. BAZNAS Ponorogo tidak sekadar membagikan zakat secara konsumtif (habis pakai), melainkan secara produktif-kesejahteraan. Menggunakan dana ZIS untuk membangun tempat tinggal yang layak berarti memenuhi hak dasar hidup (had al-kifayah) seorang Muslim agar ia dapat beribadah dengan tenang, hidup dengan terhormat, dan secara perlahan bertransformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.***

09/06/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Bawa Berkah bagi Muzakki dan Mustahik, BAZNAS Ponorogo Rehab Rumah Warga Jambon dan Sukorejo

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat prasejahtera. Pada Selasa, 3 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah layak huni kepada dua warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Jambon dan Kecamatan Sukorejo.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., kepada para penerima manfaat, yaitu:

Bapak Mistono, warga Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon.

Bapak Tukirin, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo.

Penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Program rehab rumah ini merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Ponorogo dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.

"Harapannya, semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi keluarga mustahik, serta membawa keberkahan yang melimpah bagi para muzakki yang telah mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Ponorogo," ujar Ibu Yuni Ahad Diana di sela-sela penyerahan bantuan.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara muzakki dan BAZNAS, diharapkan program-program kemaslahatan seperti ini dapat terus menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di seluruh pelosok Kabupaten Ponorogo.***

02/06/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Dana Zakat Jadi Solusi Hunian: BAZNAS Ponorogo Sasar Rumah Tak Layak di Prayungan

BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan melalui pendistribusian bantuan bedah rumah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Ema Rahma Yanti, seorang warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (30/4/2026). Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. Dalam sambutannya, beliau berharap bantuan ini dapat memberikan ketenangan serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat diharapkan menjadi jembatan kepedulian dari para muzaki untuk membantu sesama secara tepat sasaran.

Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Pemerintah Desa Prayungan yang menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak desa memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kemiskinan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar akan tempat tinggal di wilayah Kecamatan Sawoo.

Proses renovasi rumah Ibu Ema Rahma Yanti akan segera dilaksanakan dengan melibatkan gotong royong warga setempat. Dengan adanya bantuan ini, BAZNAS Ponorogo terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah guna menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh pelosok Bumi Reog.


Analisis Dampak Ekonomi di Era Sekarang

Di tengah fluktuasi harga material bangunan dan biaya hidup di tahun 2026, program bedah rumah memiliki dampak ekonomi yang signifikan:

  • Peningkatan Aset Produktif: Rumah yang layak meningkatkan kesehatan penghuninya, sehingga menurunkan pengeluaran kesehatan keluarga dan meningkatkan produktivitas kerja mereka.

  • Stimulasi Ekonomi Mikro: Pembelian material bangunan dan penggunaan tenaga kerja lokal dalam proses renovasi memutar roda ekonomi di tingkat desa.

  • Pengurangan Kesenjangan: Intervensi BAZNAS membantu mencegah keluarga prasejahtera jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan akibat beban biaya perbaikan aset yang tidak mampu mereka tanggung sendiri.

30/04/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Link and Match: BAZNAS Bedah Strategi Kesejahteraan Ekonomi Umat di FEBI UIN Ponorogo

BAZNAS NEWS – Kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari tidak sekadar menjadi seremonial di atas kertas. Sebagai langkah konkret awal, Wakil Ketua IV Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. hadir langsung sebagai narasumber dalam agenda Kuliah Tamu yang digelar di kampus FEBI, Senin (27/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf yang antusias mendalami implementasi tata kelola zakat modern. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan untuk menyelaraskan antara teori ekonomi syariah yang diajarkan di bangku perkuliahan dengan realitas praktik pengelolaan dana umat di lapangan.

Analisis: Sinergi Akademisi dan Praktisi

Dari sudut pandang akademis, kolaborasi ini dinilai sangat linier dengan visi FEBI UIN Ponorogo. Berikut adalah beberapa poin analisis terkait peran strategis BAZNAS dalam memperkuat ekonomi umat:

Laboratorium Ekonomi Syariah yang Hidup: BAZNAS berperan sebagai mitra industri bagi FEBI. Jika kampus berfokus pada pengembangan literasi dan riset, maka BAZNAS adalah pelaksana dari instrumen ekonomi Islam tersebut. Sinergi ini memastikan lulusan FEBI memiliki wawasan yang relevan dengan ekosistem zakat nasional.

Akselerator Kesejahteraan Umat: Melalui berbagai program pendayagunaan, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi Islam mengenai distribusi kekayaan yang adil guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Ponorogo.

Penguatan Tata Kelola Berbasis Integritas: Dengan melibatkan akademisi dalam pengawasan dan pengembangan program, BAZNAS memperkuat pilar akuntabilitasnya. Sebaliknya, kampus mendapatkan data riil untuk mengembangkan model ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat.

Menuju Ekosistem Ekonomi Islam yang Unggul

Kuliah tamu ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa zakat bukan hanya soal ibadah personal, melainkan instrumen fiskal Islam yang kuat dalam pengentasan kemiskinan.

"Langkah tindak lanjut yang cepat ini membuktikan komitmen kedua lembaga. Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam dipraktikkan secara profesional oleh BAZNAS," ungkap Ibu Yuni Ahad Diana.

Dengan adanya kolaborasi yang linier ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan zakat yang lebih modern, transparan, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Ponorogo.***

28/04/2026 | Kontributor: Intan Gandhini

Berita Terbaru

Sinergi RSUD dr. Hardjono S dan BAZNAS Ponorogo: Ringankan Beban Pengobatan Ananda Alvino
Sinergi RSUD dr. Hardjono S dan BAZNAS Ponorogo: Ringankan Beban Pengobatan Ananda Alvino
BAZNAS NEWS – Manajemen RSUD dr. Hardjono S Ponorogo bergerak cepat menyalurkan bantuan biaya perawatan dari BAZNAS Kabupaten Ponorogo untuk keluarga ananda Alvino, warga RT 02/RW 01, Dukuh Segropyak, Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung. Langkah nyata ini terekam dalam dokumentasi BAZNAS Ponorogo, yang memperlihatkan penyerahan bantuan secara langsung di area kerja rumah sakit. Kolaborasi strategis ini hadir sebagai solusi konkret untuk meringankan beban finansial keluarga di tengah masa-masa sulit mendampingi buah hati yang sedang sakit. Dari kacamata medis, jaminan kepastian biaya memiliki korelasi linear yang sangat kuat terhadap tingkat keberhasilan kesembuhan pasien (clinical outcome). Ketika hambatan finansial berhasil dipangkas, risiko terjadinya penundaan tindakan atau pengobatan putus tengah jalan (drop-out) yang dapat memperburuk patofisiologi penyakit anak bisa dihindari. Intervensi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini memastikan tim medis RSUD dr. Hardjono S dapat fokus memberikan pelayanan yang komprehensif, kontinu, dan optimal demi menyelamatkan fase tumbuh kembang ananda Alvino. Penyaluran bantuan ini juga menjadi implementasi nyata yang sinkron dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60 mengenai tata kelola asnaf zakat. Keluarga ananda Alvino sangat tepat dikategorikan ke dalam asnaf fakir atau miskin, yaitu kelompok yang mengalami keterbatasan daya finansial untuk memenuhi hak dasar atas akses kesehatan. Melalui pendekatan ini, instrumen filantropi Islam terbukti bergerak adaptif dan responsif dalam misi kemanusiaan yang mulia, yakni melindungi keberlangsungan jiwa manusia (hifzh an-nafs) sebagai bagian dari inti Maqashid asy-Syari'ah. Melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel antara kedua lembaga, dana umat berhasil dioptimalkan untuk memutus potensi kemiskinan ekstrem akibat beban biaya medis yang tinggi (catastrophic health expenditure). Manajemen RSUD dr. Hardjono S berharap bantuan ini tidak hanya mempercepat pemulihan kesehatan ananda Alvino, tetapi juga mampu mengetuk hati para muzaki untuk terus istikamah berbagi. Gotong royong berbasis syariat ini diharapkan terus bergulir luas demi menebar maslahat yang lebih besar bagi masyarakat Ponorogo.***
BERITA10/06/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Rehab Rumah di Banyudono: Upaya Ilmiah Pengentasan Kemiskinan Berbasis Syariat
BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Rehab Rumah di Banyudono: Upaya Ilmiah Pengentasan Kemiskinan Berbasis Syariat
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam kemaslahatan umat. Pada Selasa, 9 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo resmi menyalurkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Bapak Suharni, seorang warga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Ponorogo, Dr. Muhammad Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I., dengan didampingi oleh Wakil Ketua IV, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., serta Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan bahwa setiap program yang digulirkan dikawal dengan manajemen yang serius dan transparan. Tinjauan Ilmiah: Rumah sebagai Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan Secara ilmiah, fokus BAZNAS Ponorogo dalam memprioritaskan program rehab rumah bukanlah tanpa alasan. Dalam studi ekonomi pembangunan dan sosiologi, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan indikator utama dalam mengukur Multidimensional Poverty Index (MPI) atau Indeks Kemiskinan Multidimensi. Ada hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang kuat antara kondisi hunian dengan produktivitas manusia: Kesehatan dan Produktivitas: Rumah yang tidak layak huni (lembap, sanitasi buruk, kurang pencahayaan) menjadi sarang penyakit. Secara epidemiologi, hunian buruk meningkatkan risiko penyakit infeksi dan ISPA. Ketika kepala keluarga atau anggota keluarga sakit, produktivitas ekonomi mereka mandek, yang akhirnya memperdalam jebakan kemiskinan (poverty trap). Aspek Psikologis dan Kognitif: Hunian yang aman dan layak memberikan stabilitas psikologis (mereduksi stres kronis) dan ruang belajar yang kondusif bagi anak-anak. Secara jangka panjang, ini memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui peningkatan kualitas modal manusia (human capital). Dengan memperbaiki rumah Bapak Suharni, BAZNAS Ponorogo secara ilmiah sedang membangun fondasi kesehatan, sosial, dan ekonomi dasar yang menjadi modal utama bagi keluarga penerima manfaat untuk keluar dari garis kemiskinan. Analisis Syariah: Kesesuaian Dana ZIS dengan Delapan Asnaf Penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) oleh BAZNAS Ponorogo untuk program rehab rumah ini dinilai sangat tepat sasaran dan memenuhi regulasi hukum Islam (as-Siyasah asy-Syar'iyyah). Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60, Allah SWT telah menetapkan 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat. Jika dianalisis, bantuan untuk Bapak Suharni masuk ke dalam kategori yang sangat krusial. Bapak Suharni selaku penerima manfaat masuk dalam kategori Miskin (memiliki harta/penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mendasar) atau Fakir. Rumah merupakan kebutuhan primer (al-hajah al-ashliyyah) dalam konsep Maqashid Syariah (Hifzh an-Nafs / Menjaga Jiwa dan Hifzh al-Mal / Menjaga Harta). Secara perluasan makna kontemporer yang disepakati banyak ulama, program pengentasan kemiskinan struktural demi menjaga kehormatan dan keimanan umat Muslim dari kekufuran akibat kemiskinan juga dapat diakomodasi dalam penguatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan RTLH ini sangat sesuai dengan ketentuan asnaf. BAZNAS Ponorogo tidak sekadar membagikan zakat secara konsumtif (habis pakai), melainkan secara produktif-kesejahteraan. Menggunakan dana ZIS untuk membangun tempat tinggal yang layak berarti memenuhi hak dasar hidup (had al-kifayah) seorang Muslim agar ia dapat beribadah dengan tenang, hidup dengan terhormat, dan secara perlahan bertransformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.***
BERITA09/06/2026 | Intan Gandhini
Bawa Berkah bagi Muzakki dan Mustahik, BAZNAS Ponorogo Rehab Rumah Warga Jambon dan Sukorejo
Bawa Berkah bagi Muzakki dan Mustahik, BAZNAS Ponorogo Rehab Rumah Warga Jambon dan Sukorejo
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat prasejahtera. Pada Selasa, 3 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah layak huni kepada dua warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Jambon dan Kecamatan Sukorejo. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., kepada para penerima manfaat, yaitu: Bapak Mistono, warga Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon. Bapak Tukirin, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo. Penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Program rehab rumah ini merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Ponorogo dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak. "Harapannya, semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi keluarga mustahik, serta membawa keberkahan yang melimpah bagi para muzakki yang telah mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Ponorogo," ujar Ibu Yuni Ahad Diana di sela-sela penyerahan bantuan. Dengan adanya sinergi yang kuat antara muzakki dan BAZNAS, diharapkan program-program kemaslahatan seperti ini dapat terus menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di seluruh pelosok Kabupaten Ponorogo.***
BERITA02/06/2026 | Intan Gandhini
Dana Zakat Jadi Solusi Hunian: BAZNAS Ponorogo Sasar Rumah Tak Layak di Prayungan
Dana Zakat Jadi Solusi Hunian: BAZNAS Ponorogo Sasar Rumah Tak Layak di Prayungan
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan melalui pendistribusian bantuan bedah rumah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Ema Rahma Yanti, seorang warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (30/4/2026). Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. Dalam sambutannya, beliau berharap bantuan ini dapat memberikan ketenangan serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat diharapkan menjadi jembatan kepedulian dari para muzaki untuk membantu sesama secara tepat sasaran. Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Pemerintah Desa Prayungan yang menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak desa memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kemiskinan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar akan tempat tinggal di wilayah Kecamatan Sawoo. Proses renovasi rumah Ibu Ema Rahma Yanti akan segera dilaksanakan dengan melibatkan gotong royong warga setempat. Dengan adanya bantuan ini, BAZNAS Ponorogo terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah guna menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh pelosok Bumi Reog. Analisis Dampak Ekonomi di Era Sekarang Di tengah fluktuasi harga material bangunan dan biaya hidup di tahun 2026, program bedah rumah memiliki dampak ekonomi yang signifikan: Peningkatan Aset Produktif: Rumah yang layak meningkatkan kesehatan penghuninya, sehingga menurunkan pengeluaran kesehatan keluarga dan meningkatkan produktivitas kerja mereka. Stimulasi Ekonomi Mikro: Pembelian material bangunan dan penggunaan tenaga kerja lokal dalam proses renovasi memutar roda ekonomi di tingkat desa. Pengurangan Kesenjangan: Intervensi BAZNAS membantu mencegah keluarga prasejahtera jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan akibat beban biaya perbaikan aset yang tidak mampu mereka tanggung sendiri.
BERITA30/04/2026 | Intan Gandhini
Link and Match: BAZNAS Bedah Strategi Kesejahteraan Ekonomi Umat di FEBI UIN Ponorogo
Link and Match: BAZNAS Bedah Strategi Kesejahteraan Ekonomi Umat di FEBI UIN Ponorogo
BAZNAS NEWS – Kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari tidak sekadar menjadi seremonial di atas kertas. Sebagai langkah konkret awal, Wakil Ketua IV Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. hadir langsung sebagai narasumber dalam agenda Kuliah Tamu yang digelar di kampus FEBI, Senin (27/04/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf yang antusias mendalami implementasi tata kelola zakat modern. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan untuk menyelaraskan antara teori ekonomi syariah yang diajarkan di bangku perkuliahan dengan realitas praktik pengelolaan dana umat di lapangan. Analisis: Sinergi Akademisi dan Praktisi Dari sudut pandang akademis, kolaborasi ini dinilai sangat linier dengan visi FEBI UIN Ponorogo. Berikut adalah beberapa poin analisis terkait peran strategis BAZNAS dalam memperkuat ekonomi umat: Laboratorium Ekonomi Syariah yang Hidup: BAZNAS berperan sebagai mitra industri bagi FEBI. Jika kampus berfokus pada pengembangan literasi dan riset, maka BAZNAS adalah pelaksana dari instrumen ekonomi Islam tersebut. Sinergi ini memastikan lulusan FEBI memiliki wawasan yang relevan dengan ekosistem zakat nasional. Akselerator Kesejahteraan Umat: Melalui berbagai program pendayagunaan, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi Islam mengenai distribusi kekayaan yang adil guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Ponorogo. Penguatan Tata Kelola Berbasis Integritas: Dengan melibatkan akademisi dalam pengawasan dan pengembangan program, BAZNAS memperkuat pilar akuntabilitasnya. Sebaliknya, kampus mendapatkan data riil untuk mengembangkan model ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat. Menuju Ekosistem Ekonomi Islam yang Unggul Kuliah tamu ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa zakat bukan hanya soal ibadah personal, melainkan instrumen fiskal Islam yang kuat dalam pengentasan kemiskinan. "Langkah tindak lanjut yang cepat ini membuktikan komitmen kedua lembaga. Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam dipraktikkan secara profesional oleh BAZNAS," ungkap Ibu Yuni Ahad Diana. Dengan adanya kolaborasi yang linier ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan zakat yang lebih modern, transparan, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Ponorogo.***
BERITA28/04/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Strategis: BAZNAS Ponorogo Resmi Jalin Kerja Sama dengan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
Sinergi Strategis: BAZNAS Ponorogo Resmi Jalin Kerja Sama dengan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus memperluas jejaring kolaborasi untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Senin, 27 April 2026. Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kantor FEBI ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Dalam agenda tersebut, beliau turut didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya, yakni Wakil Ketua II, Wakil Ketua IV, serta Kepala Pelaksana BAZNAS Ponorogo. Komitmen Penguatan Kelembagaan Dalam sambutannya, KH. Kholid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak akademisi yang telah membuka ruang kolaborasi bagi BAZNAS. "Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaga kami. Sinergi antara praktisi pengelola zakat dan akademisi ini sangat krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi Islam yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat Ponorogo," ujar KH. Kholid. Gayung Bersambut dari Pihak Akademisi Senada dengan hal tersebut, Dekan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Dr. Aji Damanuri, M.E.I, menyambut hangat kemitraan ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS Ponorogo merupakan langkah strategis bagi fakultas dalam mengimplementasikan ilmu ekonomi Islam secara praktis. "Kami sangat berterima kasih dapat bermitra dengan BAZNAS Ponorogo. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi berlanjut pada program-program pengabdian, riset, maupun pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah," ungkap Dr. Aji Damanuri. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat berbasis literasi ilmiah sekaligus menjadi wadah integrasi antara dunia kampus dan lembaga sosial keagamaan demi kesejahteraan umat di Bumi Reog.***
BERITA28/04/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Para Muzakki atas Kepercayaan Penyaluran Zakat Fitrah
BAZNAS Ponorogo Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Para Muzakki atas Kepercayaan Penyaluran Zakat Fitrah
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, khususnya para muzakki, yang telah menunaikan kewajiban zakat fitrah melalui lembaga resmi ini. Kepercayaan masyarakat dinilai menjadi energi utama bagi BAZNAS untuk terus berkomitmen dalam mengelola dana umat secara transparan, profesional, dan tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa dukungan dari berbagai lapisan masyarakat pada tahun ini sangat luar biasa. Beliau menegaskan bahwa peran aktif para muzaki telah membantu memperkuat fondasi ekonomi syariah di Bumi Reog. Sinergi antara lembaga dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga demi kemaslahatan bersama. Dalam pernyataannya, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi publik terhadap lembaga yang dipimpinnya. Beliau mengatakan, "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa BAZNAS Ponorogo telah menjadi lembaga pemerintah yang dipercaya oleh seluruh masyarakat Ponorogo, terutama para ASN yang secara konsisten menyalurkan zakatnya melalui kami." Lebih lanjut, pihak BAZNAS memastikan bahwa seluruh zakat fitrah yang terkumpul akan segera didistribusikan kepada para asnaf di seluruh wilayah Ponorogo. Proses distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat prasejahtera, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Sebagai penutup, BAZNAS Ponorogo berharap agar semangat berbagi ini tidak berhenti pada momen Ramadhan saja, melainkan berlanjut melalui zakat mal, infak, maupun sedekah lainnya. Dengan dukungan penuh dari para muzakki dan jajaran ASN, BAZNAS optimis dapat terus hadir sebagai solusi sosial dan keagamaan yang handal bagi kemajuan Kabupaten Ponorogo.***
BERITA17/03/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Takwa: Baznas Ponorogo Dukung Syiar Qur’ani melalui Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafidzat
Sinergi Takwa: Baznas Ponorogo Dukung Syiar Qur’ani melalui Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafidzat
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan dana melalui program Baznas Ponorogo Taqwa untuk mendukung kegiatan Harlah IV Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafizhat (JMQH) Ponorogo. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara khidmat di Kantor Baznas Ponorogo dan diterima langsung oleh perwakilan pengurus JMQH pada periode Februari 2026. Langkah ini menjadi bukti konkret sinergi antara lembaga amil resmi dengan organisasi keagamaan dalam memperkuat syiar dakwah dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an di Bumi Reog. Secara teologis, bantuan ini mencerminkan pengejawantahan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya berfokus pada dimensi karitatif, tetapi juga pada dimensi asnaf fi sabilillah. Dukungan terhadap para hafidz dan hafidzah adalah investasi spiritual jangka panjang yang menjaga kemurnian wahyu di tengah masyarakat. Dalam kacamata religius, memfasilitasi kegiatan para pengemban Al-Qur'an merupakan bentuk penghormatan kepada ahli Allah (ahlullah), yang secara tidak langsung mengundang keberkahan bagi para muzaki dan seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo. Dari sisi manajemen filantropi Islam, pendayagunaan dana ZIS melalui program Ponorogo Taqwa ini menunjukkan pergeseran ke arah pemanfaatan yang strategis. Dengan mendukung JMQH, Baznas sedang melakukan spiritual capital building (pembangunan modal spiritual), di mana dana yang terkumpul dikembalikan untuk menguatkan ekosistem pendidikan dan dakwah. Hal ini krusial untuk menjaga moralitas bangsa, karena keberadaan organisasi penghafal Al-Qur'an berfungsi sebagai pilar penjaga nilai-nilai etika dan spiritualitas di tengah arus modernisasi yang semakin kencang. Penyaluran langsung di kantor Baznas ini juga menegaskan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola amanah umat. Setiap rupiah yang disedekahkan oleh para muzaki bertransformasi menjadi dukungan nyata bagi kelancaran kegiatan keagamaan yang maslahat. Sinergi antara Baznas dan JMQH ini diharapkan menjadi katalisator bagi organisasi lain untuk terus berkolaborasi, memastikan bahwa dana zakat benar-benar menjadi penggerak kemajuan umat, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun penguatan akidah dan ilmu keagamaan.***
BERITA10/03/2026 | Intan Gandhini
Memutus Rantai Stunting: Harapan Baru bagi Keluarga Berisiko Lewat Dana Maslahat Baznas
Memutus Rantai Stunting: Harapan Baru bagi Keluarga Berisiko Lewat Dana Maslahat Baznas
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan kepeduliannya melalui program Baznas Ponorogo Sehat. Dalam kesempatan tersebut, bantuan diserahkan secara langsung di Kantor Baznas berupa dana sebesar Rp4.000.000 ini ditujukan khusus untuk mendukung kegiatan keluarga dengan risiko stunting di wilayah Ponorogo periode Februari 2026. Bantuan ini merupakan langkah krusial dalam intervensi spesifik kesehatan masyarakat. Dari sisi medis, dukungan finansial bagi keluarga berisiko stunting sangat penting untuk memastikan akses terhadap asupan protein hewani dan nutrisi mikro yang sering kali mahal. Dengan adanya dana tambahan, keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi kronis yang menjadi akar permasalahan pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya. Analisis stunting menunjukkan bahwa pencegahan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya pada anak tetapi juga pada ibu hamil dan lingkungan keluarga. Bantuan ini berperan dalam memutus rantai kemiskinan yang sering kali menjadi faktor utama terjadinya gizi buruk. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk perbaikan sanitasi atau pembelian suplemen kesehatan, mengingat stunting bukan hanya soal makanan, melainkan juga terkait infeksi berulang akibat lingkungan yang tidak sehat. Program ini selaras dengan target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting demi menciptakan generasi emas. Secara kesehatan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa paling kritis; jika intervensi terlambat, dampak stunting pada perkembangan kognitif dan fisik anak akan bersifat permanen. Oleh karena itu, kehadiran Baznas Ponorogo menjadi suplemen penting bagi program pemerintah daerah dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal. Secara keseluruhan, kolaborasi antara lembaga amil zakat dan sektor kesehatan ini membuktikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif untuk isu-isu kemanusiaan mendesak. Melalui penyaluran langsung di kantor, transparansi dan akuntabilitas program tetap terjaga. Harapannya, bantuan ini menjadi stimulan bagi keluarga penerima manfaat untuk lebih sadar akan pentingnya pola asuh dan pola makan yang sehat demi masa depan anak yang lebih baik.***
BERITA10/03/2026 | Intan Gandhini
Program Masjid Berseri: BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Alat Kebersihan di Desa Sumberrejo
Program Masjid Berseri: BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Alat Kebersihan di Desa Sumberrejo
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen dalam menjaga kenyamanan tempat ibadah melalui program "Masjid Berseri". Kali ini, bantuan berupa peralatan kebersihan diserahkan langsung untuk Masjid Baitul Muttaqin yang berlokasi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. kepada pengurus masjid setempat. Penyerahan ini disaksikan oleh tokoh masyarakat dan warga sekitar, dengan harapan alat-alat kebersihan tersebut dapat membantu menjaga kesucian dan keasrian lingkungan masjid. Program Masjid Berseri ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS untuk kemaslahatan umat. Dengan lingkungan masjid yang bersih dan nyaman, diharapkan para jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang. Mari bersihkan harta dan lipatgandakan keberkahan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Ponorogo. Setiap rupiah yang Anda amanahkan akan disalurkan secara tepat sasaran untuk program-program kemanusiaan dan keagamaan yang bermanfaat bagi sesama.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Sambangi Masjid Darul Falah Demangan, Plt. Bupati Ponorogo dan BAZNAS Berbagi Berkah Ramadhan
Sambangi Masjid Darul Falah Demangan, Plt. Bupati Ponorogo dan BAZNAS Berbagi Berkah Ramadhan
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Darul Falah, Dukuh Demangan, Desa Balerejo, Kecamatan Sukorejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga zakat untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memastikan distribusi bantuan sosial tepat sasaran selama bulan suci Ramadhan. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak menyelimuti masjid saat rombongan tiba dan disambut hangat oleh warga setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, S.H., yang didampingi langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., MUI Ponorogo, Forkopimda dan Forkopimcam. Kehadiran pemimpin daerah dan tokoh agama ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di tingkat desa serta menyerap aspirasi warga. Dalam sambutannya, Bunda Lisdyarita menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS dalam menjaga kesejahteraan umat, terutama dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar dan fasilitas peribadatan yang layak. Acara inti dalam kunjungan tersebut adalah penyerahan bantuan secara simbolis melalui program "Masjid Berseri". BAZNAS Ponorogo memberikan bantuan berupa paket peralatan kebersihan yang diserahkan langsung oleh Bunda Lisdyarita dan KH. Kholid kepada takmir Masjid Darul Falah. Program ini diharapkan dapat memotivasi pengurus masjid dan jamaah untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan tempat ibadah, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah shalat tarawih dan iktikaf dengan lebih khusyuk. Selain bantuan peralatan kebersihan, dalam momentum tersebut juga diserahkan bantuan sosial dari Plt. Bupati Ponorogo bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah Desa Balerejo. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi warga di tengah bulan Ramadhan. Penyerahan bantuan dilakukan dengan penuh keramahan, di mana Bunda Lisdyarita berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat, termasuk anak-anak dan lansia yang hadir di lokasi. Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Ponorogo agar tetap aman, damai, dan sejahtera. KH. Kholid selaku Ketua BAZNAS berharap agar sinergi ini terus berlanjut tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan zakat lainnya di masa mendatang. Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten, diharapkan jangkauan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat menyentuh seluruh pelosok desa di Ponorogo.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Wujudkan Senyum Mustahik: BAZNAS Ponorogo Tebar 250 Paket Ramadhan Bahagia untuk Kaum Duafa
Wujudkan Senyum Mustahik: BAZNAS Ponorogo Tebar 250 Paket Ramadhan Bahagia untuk Kaum Duafa
BAZNAS NEWS – Menginjak pertengahan bulan suci, BAZNAS Kabupaten Ponorogo semakin masif dalam menjalankan misi kemanusiaan guna memastikan kebahagiaan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui program unggulan bertajuk "Paket Ramadhan Bahagia", lembaga amil ini menyasar 250 kaum duafa yang tersebar di wilayah Kabupaten Ponorogo. Penyaluran ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan upaya nyata dalam menghadirkan secercah harapan dan sukacita bagi warga yang membutuhkan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Staf pelaksana BAZNAS Ponorogo terjun langsung memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang berhak. Dalam setiap kunjungannya, staf pelaksana memberikan penguatan moril kepada para penerima manfaat, menegaskan bahwa pemerintah dan BAZNAS akan selalu hadir untuk merangkul dan meringankan beban masyarakat, terutama pada momentum krusial seperti bulan puasa. Salah satu momen paling menyentuh terlihat saat tim BAZNAS melakukan penyaluran secara langsung (door-to-door) ke kediaman warga lansia. Penyerahan bantuan yang dilakukan dengan penuh rasa hormat ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara humanis dan tepat sasaran. Dengan adanya Paket Ramadhan Bahagia ini, diharapkan beban kebutuhan pokok masyarakat dapat berkurang, sehingga mereka bisa lebih fokus merayakan hari kemenangan dengan hati yang riang. Keberhasilan program ini merupakan buah manis dari kepercayaan para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Ponorogo. Sinergi antara kepedulian masyarakat, profesionalisme lembaga amil, dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan maslahat yang luas. Setiap paket yang diterima oleh kaum duafa hari ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan zakat mampu membasuh air mata dan menggantinya dengan senyuman syukur.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Menebar Maslahat di Kecamatan Sambit: BAZNAS Ponorogo Perkuat Ketahanan Sosial dan Kebersihan Rumah Ibadah
Menebar Maslahat di Kecamatan Sambit: BAZNAS Ponorogo Perkuat Ketahanan Sosial dan Kebersihan Rumah Ibadah
BAZNAS NEWS - Langkah nyata dalam merajut ukhuwah islamiyah kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Ponorogo melalui agenda Safari Ramadhan yang berlangsung khidmat di Kecamatan Sambit. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyatukan visi antara pemerintah, lembaga amil, dan masyarakat dalam bingkai persaudaraan di bulan suci. Kehadiran para tokoh di tengah jamaah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah fondasi utama dalam menciptakan tatanan masyarakat Ponorogo yang harmonis dan religius. Perhatian pemerintah dan BAZNAS akan terus mengalir guna memastikan kesejahteraan warga di wilayah Sambit tetap terjaga. Aksi turun lapangan ini menjadi bukti kehadiran negara dan lembaga umat dalam mendengarkan serta menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzakki. Penyerahan paket sembako kepada warga yang membutuhkan diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi di tengah bulan Ramadhan, sehingga masyarakat dapat berfokus menjalankan ibadah tanpa terbebani kebutuhan pokok. Transparansi dalam penyaluran ini menjadi prioritas utama guna menjaga amanah dan kepercayaan umat yang telah dititipkan melalui BAZNAS. Sektor sarana ibadah juga tidak luput dari perhatian melalui penyaluran Program Masjid Berseri yang mencakup pemberian paket peralatan kebersihan. Dengan dukungan fasilitas kebersihan yang memadai, diharapkan masjid dan mushola di wilayah Sambit menjadi tempat yang semakin nyaman, suci, dan kondusif bagi para jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadahnya. Gerakan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap rumah Allah agar senantiasa terjaga kemuliaannya sepanjang tahun, khususnya selama bulan puasa. Sinergi yang terjalin erat bersama MUI dan jajaran FORKOPIMCAM Sambit ini diharapkan melahirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kondusivitas wilayah. BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian para muzakki dengan kebutuhan para mustahik. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran, semangat berbagi ini diharapkan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Sambit dan sekitarnya.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Lintas Sektoral: BAZNAS Ponorogo Perkokoh Kerukunan dan Kesejahteraan Umat di Kecamatan Babadan
Sinergi Lintas Sektoral: BAZNAS Ponorogo Perkokoh Kerukunan dan Kesejahteraan Umat di Kecamatan Babadan
BAZNAS NEWS - Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Ponorogo terus memperkuat perannya dalam merajut silaturahmi dan menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Melalui agenda Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Jami’ Baitussalam, Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, lembaga ini hadir bukan sekadar sebagai penyalur bantuan, melainkan sebagai pilar yang mempererat ukhuwah islamiyah. Kehadiran para tokoh agama dan pejabat daerah dalam forum ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam membangun fondasi kemasyarakatan yang kokoh di Ponorogo. Kegiatan ini semakin bermakna dengan adanya integrasi Sosialisasi Early Warning System (EWS) yang difokuskan pada deteksi dini potensi konflik keagamaan. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan bahwa kerukunan antarumat beragama di wilayah Babadan tetap terjaga di bawah payung harmoni yang sama. Dengan melibatkan sinergi dari KUA, MUI, serta jajaran FORKOPIMCAM Babadan, forum ini bertransformasi menjadi ruang dialog strategis untuk menciptakan suasana wilayah yang kondusif, aman, dan jauh dari perpecahan. Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam memastikan setiap amanah muzakki tersampaikan dengan tepat kepada mereka yang membutuhkan. Penyerahan bantuan secara simbolis dalam acara tersebut menjadi pesan kuat bahwa kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen vital untuk mengangkat harkat hidup umat. Melalui distribusi yang transparan dan tepat sasaran, BAZNAS berupaya meratakan kebahagiaan Ramadhan hingga ke pelosok desa. Selain pemberian santunan sembako, perhatian khusus juga diberikan pada aspek kenyamanan ibadah melalui Program Masjid Berseri. Penyerahan paket alat kebersihan untuk masjid dan mushola bertujuan agar pusat-pusat kegiatan keagamaan di Desa Sukosari selalu dalam kondisi suci dan nyaman bagi jamaah. Upaya ini mencerminkan filosofi BAZNAS bahwa keberkahan zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga mendukung kelancaran ritual ibadah umat agar dapat terlaksana dengan lebih khidmat dan khusyuk. Sinergi lintas sektoral yang terjalin erat dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak keberlanjutan yang luas bagi seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Babadan. Dengan dukungan penuh dari para tokoh masyarakat, setiap langkah kecil yang diambil dalam Safari Ramadhan ini diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk terus konsisten menghadirkan maslahat bagi umat, menjadikan zakat sebagai kekuatan pemersatu yang membawa kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Kebaikan di Bulan Suci: Safari Ramadhan Pererat Ukhuwah di Desa Watu Bonang
Sinergi Kebaikan di Bulan Suci: Safari Ramadhan Pererat Ukhuwah di Desa Watu Bonang
BAZNAS NEWS – Kehangatan menyelimuti Masjid Al-Mutataqin, Dukuh Gulun, Desa Watubonang, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar agenda Safari Ramadhan. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga penguatan spiritualitas dan kesejahteraan warga. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, serta Kepala Baznas Ponorogo. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat yang memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan ibadah dan silaturahmi. Dalam arahannya, Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, S.H., tampil lugas menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada jamaah. Beliau menyapa warga secara langsung, serta menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta memaksimalkan momentum bulan suci untuk saling berbagi. Sinergi Pemerintah dan BAZNAS Ponorogo Kepemimpinan yang Dekat: Bunda Lisdyarita menyerahkan bantuan secara simbolis, memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke tangan yang tepat di pelosok desa. Dukungan Operasional Masjid: Didampingi oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., diserahkan pula bantuan Program Masjid Berseri berupa peralatan kebersihan. Komitmen Kebersihan: Bantuan ini bertujuan agar rumah ibadah tetap menjadi pusat kegiatan umat yang nyaman, bersih, dan representatif bagi seluruh warga Desa Watu Bonang. Aksi nyata ini menegaskan komitmen Pemkab Ponorogo bersama BAZNAS dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat di tingkat akar rumput.***
BERITA04/03/2026 | Intan Gandhini
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Ponorogo dan Plt. Bupati Salurkan Bantuan di Masjid Putih Marinda
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Ponorogo dan Plt. Bupati Salurkan Bantuan di Masjid Putih Marinda
BAZNAS NEWS – Gema Ramadhan di Kabupaten Ponorogo semakin terasa dengan berlanjutnya agenda Safari Ramadhan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kali ini, rombongan hadir membawa semangat berbagi di Masjid Putih Marinda Baitussalam, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., bersama jajaran Forkopimka. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh takmir masjid dan warga setempat yang telah menanti momen silaturahmi tahunan ini. Wujud Kepedulian untuk Sesama Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Ponorogo yang dipimpin oleh K.H. Kholid, S.Ag., M.Pd., selaku Ketua BAZNAS Ponorogo, menyerahkan bantuan secara simbolis sebagai bentuk tasharruf zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi: 25 Paket Sembako: Diberikan kepada kaum dhuafa di sekitar lingkungan masjid untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa. 1 Paket Alat Kebersihan: Diserahkan kepada pengurus masjid guna menunjang kenyamanan ibadah dan menjaga kemakmuran Masjid Putih Marinda Baitussalam. Sinergi Membangun Umat Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kehadiran pemerintah dan BAZNAS di tengah kesulitan warga. Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Ponorogo berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima manfaat. "Kami ingin memastikan bahwa di bulan yang penuh berkah ini, tidak ada saudara kita yang merasa sendirian. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi penerima dan pembersih harta bagi para muzakki," ujar K.H. Kholid Ali Murtadlo. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama sebagai upaya nmemperkuat tali persaudaraan antara pemimpin dan rakyatnya di bawah naungan semangat Ramadhan.***
BERITA03/03/2026 | Intan Gandhini
Zakat sebagai Jembatan Kesejahteraan: Pemkab dan BAZNAS Ponorogo Sentuh Masyarakat Jambon
Zakat sebagai Jembatan Kesejahteraan: Pemkab dan BAZNAS Ponorogo Sentuh Masyarakat Jambon
BAZNAS NEWS – Melalui semangat kebersamaan di bulan suci, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama BAZNAS kembali menunjukkan peran nyata dalam memuliakan umat. Agenda Safari Ramadhan kali ini menyambangi wilayah Kecamatan Jambon, menghadirkan kolaborasi antara pemimpin daerah, ulama dari jajaran MUI, serta FORKOPIMCAM setempat untuk memastikan distribusi kebaikan yang merata. Bersama Wakil Ketua IV, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dan didampingi oleh Kepala Pelaksana serta staf, rangkaian bantuan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Ketahanan Pangan: Penyerahan paket logistik sembako kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari dana zakat yang dihimpun dari para muzakki. Program Masjid Berseri: Penyerahan peralatan sanitasi dan kebersihan guna menjamin kenyamanan seluruh lapisan masyarakat saat menjalankan ibadah di masjid maupun mushola. Sinergi ini membuktikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Ponorogo bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kehadiran tokoh pemerintah dan agama di tengah warga Jambon menjadi pengingat bahwa kebersihan tempat ibadah dan terpenuhinya kebutuhan pokok adalah kunci terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya. Zakat yang dikelola dengan profesional tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga membangun kemaslahatan bagi seluruh umat di Kabupaten Ponorogo.***
BERITA28/02/2026 | Intan Gandhini
Pertahankan Transparansi, BAZNAS Ponorogo Kembali Raih Opini WTP untuk Laporan Keuangan 2025
Pertahankan Transparansi, BAZNAS Ponorogo Kembali Raih Opini WTP untuk Laporan Keuangan 2025
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang akuntabel dan terpercaya. Berdasarkan hasil audit laporan keuangan tahun buku 2025, BAZNAS Ponorogo sukses mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Audit independen tersebut dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kuncara Budi Santosa dan Rekan Cabang Yogyakarta. Capaian ini menjadi bukti konsistensi BAZNAS Ponorogo dalam menerapkan standar akuntansi yang ketat serta transparansi dalam pengelolaan dana umat. Komitmen Menjaga Amanah Muzakki Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa raihan WTP ini merupakan kado bagi seluruh masyarakat Ponorogo, khususnya para muzakki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya. "Opini WTP ini bukan sekadar predikat di atas kertas, melainkan cerminan dari komitmen kami untuk menjaga amanah. Setiap rupiah yang masuk dan keluar dicatat sesuai aturan yang berlaku, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap kredibilitas BAZNAS," tegas KH. Kholid. Proses audit yang dilakukan oleh KAP Kuncara Budi Santosa dan Rekan mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap arus kas, neraca, serta laporan perubahan dana yang dikelola selama periode satu tahun penuh pada 2025. Analisis Akuntansi: Makna Strategis Opini WTP bagi BAZNAS Dalam dunia akuntansi, khususnya pada organisasi nirlaba dan lembaga pengelola zakat (LPZ), opini WTP memiliki bobot yang sangat krusial. Berikut adalah analisisnya: 1. Kepatuhan terhadap PSAK 109 Pencapaian WTP menunjukkan bahwa BAZNAS Ponorogo telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109. Standar ini secara spesifik mengatur tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. Implikasi: Pemisahan antara Dana Zakat, Dana Infak/Sedekah, dan Dana Amil dikelola secara presisi dan tidak tercampur (segregasi dana). 2. Efektivitas Sistem Pengendalian Internal (SPI) Opini WTP menandakan bahwa KAP tidak menemukan kesalahan penyajian material atau kecurangan (fraud) yang signifikan. Ini membuktikan bahwa: Mekanisme verifikasi transaksi berjalan dengan baik. Adanya otorisasi yang jelas pada setiap penyaluran dana. Dokumentasi bukti transaksi lengkap dan sah secara hukum. 3. Rasio Efisiensi Amil Secara akuntansi, audit ini juga memotret bagaimana BAZNAS mengelola Hak Amil (maksimal 12,5% dari dana zakat). Predikat WTP memberikan sinyal bahwa penggunaan dana operasional untuk amil tetap berada dalam batas kewajaran dan ketentuan syariah tanpa mengurangi hak para mustahik. 4. Trust-Building dan Keberlanjutan Lembaga Dari sisi akuntansi manajemen, laporan yang teraudit meningkatkan branding lembaga. Transparansi yang teruji secara profesional menurunkan risiko reputasi, yang secara linear biasanya diikuti dengan peningkatan perolehan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) pada tahun-tahun berikutnya.***
BERITA19/02/2026 | Intan Gandhini
Berdayakan Ekonomi Mustahik, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan Kambing di Cokromenggalan
Berdayakan Ekonomi Mustahik, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan Kambing di Cokromenggalan
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen dalam mentransformasi mustahik menjadi muzakki melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Pada Rabu, 18 Februari 2026, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan modal usaha berupa hewan ternak kambing kepada Bapak Samuri, warga Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., dengan didampingi oleh Kepala Pelaksana Bapak H. Sukarni, S.Sos., M.M., serta Staf Pelaksana Nur Arifin. Harapan Baru untuk Kemandirian Bantuan ini bertujuan untuk memberikan sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga Bapak Samuri. Dalam sambutannya, KH. Kholid menekankan pentingnya amanah dalam merawat bantuan tersebut. "Bantuan ternak ini bukan sekadar pemberian, melainkan modal amanah. Kami berharap melalui pendampingan dari tim pelaksana, kambing-kambing ini dapat berkembang biak dan memperbaiki taraf ekonomi Bapak Samuri secara bertahap," ujar KH. Kholid. Bapak H. Sukarni menambahkan bahwa pihak BAZNAS melalui staf pelaksana akan terus memantau perkembangan ternak tersebut guna memastikan program ini berjalan sesuai target pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan lingkungan. Analisis Ekonomi: Dampak Peternakan Terhadap Ekonomi Lokal Ponorogo Penyaluran bantuan ternak kambing oleh BAZNAS Ponorogo memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik di tingkat mikro maupun makro bagi wilayah Ponorogo: 1. Peningkatan Income Generating (Pendapatan Mandiri) Bantuan ternak merupakan aset produktif. Secara matematis, dengan manajemen pemeliharaan yang baik, nilai aset (ternak) akan bertambah melalui proses perkembangbiakan. Hal ini menciptakan kemandirian ekonomi bagi penerima manfaat sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial konsumtif. 2. Ketahanan Pangan dan Suplai Lokal Ponorogo memiliki tradisi peternakan yang kuat. Penambahan populasi ternak di tingkat rumah tangga memperkuat posisi Ponorogo sebagai penyangga kebutuhan daging ruminansia kecil di Jawa Timur. Menjelang Idul Adha, ketersediaan ternak lokal yang melimpah akan menjaga stabilitas harga di pasar hewan lokal. 3. Sirkulasi Ekonomi Sektoral Program ini menciptakan multiplier effect: Petani Hijauan: Meningkatkan permintaan pakan atau pemanfaatan limbah pertanian. Pasar Hewan: Menghidupkan transaksi di pasar-pasar hewan seperti Pasar Jetis atau Pasar Pahing saat masa panen ternak tiba. 4. Mitigasi Inflasi Daerah Dengan mendorong masyarakat menjadi produsen daging (peternak), tekanan inflasi pada sektor pangan hewani dapat ditekan. Pola bantuan "gaduhan" atau modal ternak ini merupakan instrumen efektif dalam redistribusi kekayaan yang menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan di perkotaan maupun pedesaan. Langkah BAZNAS Ponorogo ini bukan hanya sekadar aksi filantropi, melainkan investasi sosial yang cerdas. Secara ekonomi, bantuan ini mengubah aset mati (dana zakat) menjadi aset produktif (ternak) yang bergerak di sektor riil.***
BERITA18/02/2026 | Intan Gandhini
Pastikan Kualitas Zakat Fitrah, BAZNAS Ponorogo Gandeng Bulog Melalui MoU Beras Premium
Pastikan Kualitas Zakat Fitrah, BAZNAS Ponorogo Gandeng Bulog Melalui MoU Beras Premium
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo guna menjamin ketersediaan dan kualitas beras zakat fitrah bagi umat Muslim di wilayah Bumi Reog. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di RedGo Cafe and Meeting Rooms, Ponorogo. Sinergi untuk Kemudahan Muzakki Kerja sama ini berfokus pada penyediaan beras premium kemasan 5 kg yang akan digunakan untuk keperluan Zakat Fitrah pada Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa beras yang disalurkan melalui BAZNAS memiliki standar kualitas yang terjaga dan berat yang presisi. Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh kedua belah pihak: Pihak BAZNAS Ponorogo: Ditandatangani oleh Ketua BAZNAS, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Pihak Bulog Ponorogo: Ditandatangani oleh Pemimpin Perum Bulog Cabang Ponorogo, Bapak Budiwan Susanto. Komitmen Kualitas dan Ketahanan Pangan Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BAZNAS kepada para muzakki agar zakat yang ditunaikan benar-benar layak dan berkualitas terbaik. "Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan dukungan Bulog, kami memastikan beras zakat fitrah tahun 1447 H ini adalah beras premium yang bersih dan sehat untuk dikonsumsi para mustahik," ujar KH. Kholid. Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menegaskan kesiapan stok untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penggunaan kemasan 5 kg dinilai sangat praktis dan sesuai dengan ketentuan syariat untuk besaran zakat fitrah per jiwa di Indonesia. Dengan adanya MoU ini, diharapkan proses pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah di Kabupaten Ponorogo dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.***
BERITA13/02/2026 | Intan Gandhini
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ponorogo.

Lihat Daftar Rekening →