Berita Terbaru
Sinergi Takwa: Baznas Ponorogo Dukung Syiar Qur’ani melalui Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafidzat
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan dana melalui program Baznas Ponorogo Taqwa untuk mendukung kegiatan Harlah IV Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an lil Hafizhat (JMQH) Ponorogo. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara khidmat di Kantor Baznas Ponorogo dan diterima langsung oleh perwakilan pengurus JMQH pada periode Februari 2026. Langkah ini menjadi bukti konkret sinergi antara lembaga amil resmi dengan organisasi keagamaan dalam memperkuat syiar dakwah dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an di Bumi Reog.
Secara teologis, bantuan ini mencerminkan pengejawantahan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya berfokus pada dimensi karitatif, tetapi juga pada dimensi asnaf fi sabilillah. Dukungan terhadap para hafidz dan hafidzah adalah investasi spiritual jangka panjang yang menjaga kemurnian wahyu di tengah masyarakat. Dalam kacamata religius, memfasilitasi kegiatan para pengemban Al-Qur'an merupakan bentuk penghormatan kepada ahli Allah (ahlullah), yang secara tidak langsung mengundang keberkahan bagi para muzaki dan seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.
Dari sisi manajemen filantropi Islam, pendayagunaan dana ZIS melalui program Ponorogo Taqwa ini menunjukkan pergeseran ke arah pemanfaatan yang strategis. Dengan mendukung JMQH, Baznas sedang melakukan spiritual capital building (pembangunan modal spiritual), di mana dana yang terkumpul dikembalikan untuk menguatkan ekosistem pendidikan dan dakwah. Hal ini krusial untuk menjaga moralitas bangsa, karena keberadaan organisasi penghafal Al-Qur'an berfungsi sebagai pilar penjaga nilai-nilai etika dan spiritualitas di tengah arus modernisasi yang semakin kencang.
Penyaluran langsung di kantor Baznas ini juga menegaskan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola amanah umat. Setiap rupiah yang disedekahkan oleh para muzaki bertransformasi menjadi dukungan nyata bagi kelancaran kegiatan keagamaan yang maslahat. Sinergi antara Baznas dan JMQH ini diharapkan menjadi katalisator bagi organisasi lain untuk terus berkolaborasi, memastikan bahwa dana zakat benar-benar menjadi penggerak kemajuan umat, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun penguatan akidah dan ilmu keagamaan.***
BERITA10/03/2026 | Intan Gandhini
Memutus Rantai Stunting: Harapan Baru bagi Keluarga Berisiko Lewat Dana Maslahat Baznas
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan kepeduliannya melalui program Baznas Ponorogo Sehat. Dalam kesempatan tersebut, bantuan diserahkan secara langsung di Kantor Baznas berupa dana sebesar Rp4.000.000 ini ditujukan khusus untuk mendukung kegiatan keluarga dengan risiko stunting di wilayah Ponorogo periode Februari 2026.
Bantuan ini merupakan langkah krusial dalam intervensi spesifik kesehatan masyarakat. Dari sisi medis, dukungan finansial bagi keluarga berisiko stunting sangat penting untuk memastikan akses terhadap asupan protein hewani dan nutrisi mikro yang sering kali mahal. Dengan adanya dana tambahan, keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi kronis yang menjadi akar permasalahan pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya.
Analisis stunting menunjukkan bahwa pencegahan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya pada anak tetapi juga pada ibu hamil dan lingkungan keluarga. Bantuan ini berperan dalam memutus rantai kemiskinan yang sering kali menjadi faktor utama terjadinya gizi buruk. Dana tersebut dapat dialokasikan untuk perbaikan sanitasi atau pembelian suplemen kesehatan, mengingat stunting bukan hanya soal makanan, melainkan juga terkait infeksi berulang akibat lingkungan yang tidak sehat.
Program ini selaras dengan target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting demi menciptakan generasi emas. Secara kesehatan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa paling kritis; jika intervensi terlambat, dampak stunting pada perkembangan kognitif dan fisik anak akan bersifat permanen. Oleh karena itu, kehadiran Baznas Ponorogo menjadi suplemen penting bagi program pemerintah daerah dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara lembaga amil zakat dan sektor kesehatan ini membuktikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif untuk isu-isu kemanusiaan mendesak. Melalui penyaluran langsung di kantor, transparansi dan akuntabilitas program tetap terjaga. Harapannya, bantuan ini menjadi stimulan bagi keluarga penerima manfaat untuk lebih sadar akan pentingnya pola asuh dan pola makan yang sehat demi masa depan anak yang lebih baik.***
BERITA10/03/2026 | Intan Gandhini
Program Masjid Berseri: BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Alat Kebersihan di Desa Sumberrejo
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen dalam menjaga kenyamanan tempat ibadah melalui program "Masjid Berseri". Kali ini, bantuan berupa peralatan kebersihan diserahkan langsung untuk Masjid Baitul Muttaqin yang berlokasi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. kepada pengurus masjid setempat. Penyerahan ini disaksikan oleh tokoh masyarakat dan warga sekitar, dengan harapan alat-alat kebersihan tersebut dapat membantu menjaga kesucian dan keasrian lingkungan masjid.
Program Masjid Berseri ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS untuk kemaslahatan umat. Dengan lingkungan masjid yang bersih dan nyaman, diharapkan para jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang.
Mari bersihkan harta dan lipatgandakan keberkahan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Ponorogo. Setiap rupiah yang Anda amanahkan akan disalurkan secara tepat sasaran untuk program-program kemanusiaan dan keagamaan yang bermanfaat bagi sesama.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Sambangi Masjid Darul Falah Demangan, Plt. Bupati Ponorogo dan BAZNAS Berbagi Berkah Ramadhan
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Darul Falah, Dukuh Demangan, Desa Balerejo, Kecamatan Sukorejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga zakat untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memastikan distribusi bantuan sosial tepat sasaran selama bulan suci Ramadhan. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak menyelimuti masjid saat rombongan tiba dan disambut hangat oleh warga setempat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, S.H., yang didampingi langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., MUI Ponorogo, Forkopimda dan Forkopimcam. Kehadiran pemimpin daerah dan tokoh agama ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di tingkat desa serta menyerap aspirasi warga. Dalam sambutannya, Bunda Lisdyarita menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS dalam menjaga kesejahteraan umat, terutama dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar dan fasilitas peribadatan yang layak.
Acara inti dalam kunjungan tersebut adalah penyerahan bantuan secara simbolis melalui program "Masjid Berseri". BAZNAS Ponorogo memberikan bantuan berupa paket peralatan kebersihan yang diserahkan langsung oleh Bunda Lisdyarita dan KH. Kholid kepada takmir Masjid Darul Falah. Program ini diharapkan dapat memotivasi pengurus masjid dan jamaah untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan tempat ibadah, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah shalat tarawih dan iktikaf dengan lebih khusyuk.
Selain bantuan peralatan kebersihan, dalam momentum tersebut juga diserahkan bantuan sosial dari Plt. Bupati Ponorogo bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah Desa Balerejo. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi warga di tengah bulan Ramadhan. Penyerahan bantuan dilakukan dengan penuh keramahan, di mana Bunda Lisdyarita berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat, termasuk anak-anak dan lansia yang hadir di lokasi.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Ponorogo agar tetap aman, damai, dan sejahtera. KH. Kholid selaku Ketua BAZNAS berharap agar sinergi ini terus berlanjut tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan zakat lainnya di masa mendatang. Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten, diharapkan jangkauan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS dapat menyentuh seluruh pelosok desa di Ponorogo.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Wujudkan Senyum Mustahik: BAZNAS Ponorogo Tebar 250 Paket Ramadhan Bahagia untuk Kaum Duafa
BAZNAS NEWS – Menginjak pertengahan bulan suci, BAZNAS Kabupaten Ponorogo semakin masif dalam menjalankan misi kemanusiaan guna memastikan kebahagiaan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui program unggulan bertajuk "Paket Ramadhan Bahagia", lembaga amil ini menyasar 250 kaum duafa yang tersebar di wilayah Kabupaten Ponorogo. Penyaluran ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan upaya nyata dalam menghadirkan secercah harapan dan sukacita bagi warga yang membutuhkan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Staf pelaksana BAZNAS Ponorogo terjun langsung memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang berhak. Dalam setiap kunjungannya, staf pelaksana memberikan penguatan moril kepada para penerima manfaat, menegaskan bahwa pemerintah dan BAZNAS akan selalu hadir untuk merangkul dan meringankan beban masyarakat, terutama pada momentum krusial seperti bulan puasa.
Salah satu momen paling menyentuh terlihat saat tim BAZNAS melakukan penyaluran secara langsung (door-to-door) ke kediaman warga lansia. Penyerahan bantuan yang dilakukan dengan penuh rasa hormat ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara humanis dan tepat sasaran. Dengan adanya Paket Ramadhan Bahagia ini, diharapkan beban kebutuhan pokok masyarakat dapat berkurang, sehingga mereka bisa lebih fokus merayakan hari kemenangan dengan hati yang riang.
Keberhasilan program ini merupakan buah manis dari kepercayaan para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Ponorogo. Sinergi antara kepedulian masyarakat, profesionalisme lembaga amil, dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan maslahat yang luas. Setiap paket yang diterima oleh kaum duafa hari ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan zakat mampu membasuh air mata dan menggantinya dengan senyuman syukur.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Menebar Maslahat di Kecamatan Sambit: BAZNAS Ponorogo Perkuat Ketahanan Sosial dan Kebersihan Rumah Ibadah
BAZNAS NEWS - Langkah nyata dalam merajut ukhuwah islamiyah kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Ponorogo melalui agenda Safari Ramadhan yang berlangsung khidmat di Kecamatan Sambit. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyatukan visi antara pemerintah, lembaga amil, dan masyarakat dalam bingkai persaudaraan di bulan suci. Kehadiran para tokoh di tengah jamaah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah fondasi utama dalam menciptakan tatanan masyarakat Ponorogo yang harmonis dan religius.
Perhatian pemerintah dan BAZNAS akan terus mengalir guna memastikan kesejahteraan warga di wilayah Sambit tetap terjaga. Aksi turun lapangan ini menjadi bukti kehadiran negara dan lembaga umat dalam mendengarkan serta menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzakki. Penyerahan paket sembako kepada warga yang membutuhkan diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi di tengah bulan Ramadhan, sehingga masyarakat dapat berfokus menjalankan ibadah tanpa terbebani kebutuhan pokok. Transparansi dalam penyaluran ini menjadi prioritas utama guna menjaga amanah dan kepercayaan umat yang telah dititipkan melalui BAZNAS.
Sektor sarana ibadah juga tidak luput dari perhatian melalui penyaluran Program Masjid Berseri yang mencakup pemberian paket peralatan kebersihan. Dengan dukungan fasilitas kebersihan yang memadai, diharapkan masjid dan mushola di wilayah Sambit menjadi tempat yang semakin nyaman, suci, dan kondusif bagi para jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadahnya. Gerakan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap rumah Allah agar senantiasa terjaga kemuliaannya sepanjang tahun, khususnya selama bulan puasa.
Sinergi yang terjalin erat bersama MUI dan jajaran FORKOPIMCAM Sambit ini diharapkan melahirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kondusivitas wilayah. BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian para muzakki dengan kebutuhan para mustahik. Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran, semangat berbagi ini diharapkan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Sambit dan sekitarnya.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Lintas Sektoral: BAZNAS Ponorogo Perkokoh Kerukunan dan Kesejahteraan Umat di Kecamatan Babadan
BAZNAS NEWS - Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Ponorogo terus memperkuat perannya dalam merajut silaturahmi dan menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Melalui agenda Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Jami’ Baitussalam, Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, lembaga ini hadir bukan sekadar sebagai penyalur bantuan, melainkan sebagai pilar yang mempererat ukhuwah islamiyah. Kehadiran para tokoh agama dan pejabat daerah dalam forum ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam membangun fondasi kemasyarakatan yang kokoh di Ponorogo.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan adanya integrasi Sosialisasi Early Warning System (EWS) yang difokuskan pada deteksi dini potensi konflik keagamaan. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan bahwa kerukunan antarumat beragama di wilayah Babadan tetap terjaga di bawah payung harmoni yang sama. Dengan melibatkan sinergi dari KUA, MUI, serta jajaran FORKOPIMCAM Babadan, forum ini bertransformasi menjadi ruang dialog strategis untuk menciptakan suasana wilayah yang kondusif, aman, dan jauh dari perpecahan.
Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam memastikan setiap amanah muzakki tersampaikan dengan tepat kepada mereka yang membutuhkan. Penyerahan bantuan secara simbolis dalam acara tersebut menjadi pesan kuat bahwa kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen vital untuk mengangkat harkat hidup umat. Melalui distribusi yang transparan dan tepat sasaran, BAZNAS berupaya meratakan kebahagiaan Ramadhan hingga ke pelosok desa.
Selain pemberian santunan sembako, perhatian khusus juga diberikan pada aspek kenyamanan ibadah melalui Program Masjid Berseri. Penyerahan paket alat kebersihan untuk masjid dan mushola bertujuan agar pusat-pusat kegiatan keagamaan di Desa Sukosari selalu dalam kondisi suci dan nyaman bagi jamaah. Upaya ini mencerminkan filosofi BAZNAS bahwa keberkahan zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga mendukung kelancaran ritual ibadah umat agar dapat terlaksana dengan lebih khidmat dan khusyuk.
Sinergi lintas sektoral yang terjalin erat dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak keberlanjutan yang luas bagi seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Babadan. Dengan dukungan penuh dari para tokoh masyarakat, setiap langkah kecil yang diambil dalam Safari Ramadhan ini diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk terus konsisten menghadirkan maslahat bagi umat, menjadikan zakat sebagai kekuatan pemersatu yang membawa kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.***
BERITA09/03/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Kebaikan di Bulan Suci: Safari Ramadhan Pererat Ukhuwah di Desa Watu Bonang
BAZNAS NEWS – Kehangatan menyelimuti Masjid Al-Mutataqin, Dukuh Gulun, Desa Watubonang, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar agenda Safari Ramadhan. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga penguatan spiritualitas dan kesejahteraan warga.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, serta Kepala Baznas Ponorogo. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat yang memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan ibadah dan silaturahmi.
Dalam arahannya, Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, S.H., tampil lugas menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada jamaah. Beliau menyapa warga secara langsung, serta menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta memaksimalkan momentum bulan suci untuk saling berbagi.
Sinergi Pemerintah dan BAZNAS Ponorogo
Kepemimpinan yang Dekat: Bunda Lisdyarita menyerahkan bantuan secara simbolis, memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke tangan yang tepat di pelosok desa.
Dukungan Operasional Masjid: Didampingi oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., diserahkan pula bantuan Program Masjid Berseri berupa peralatan kebersihan.
Komitmen Kebersihan: Bantuan ini bertujuan agar rumah ibadah tetap menjadi pusat kegiatan umat yang nyaman, bersih, dan representatif bagi seluruh warga Desa Watu Bonang.
Aksi nyata ini menegaskan komitmen Pemkab Ponorogo bersama BAZNAS dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat di tingkat akar rumput.***
BERITA04/03/2026 | Intan Gandhini
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Ponorogo dan Plt. Bupati Salurkan Bantuan di Masjid Putih Marinda
BAZNAS NEWS – Gema Ramadhan di Kabupaten Ponorogo semakin terasa dengan berlanjutnya agenda Safari Ramadhan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kali ini, rombongan hadir membawa semangat berbagi di Masjid Putih Marinda Baitussalam, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., bersama jajaran Forkopimka. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh takmir masjid dan warga setempat yang telah menanti momen silaturahmi tahunan ini.
Wujud Kepedulian untuk Sesama
Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Ponorogo yang dipimpin oleh K.H. Kholid, S.Ag., M.Pd., selaku Ketua BAZNAS Ponorogo, menyerahkan bantuan secara simbolis sebagai bentuk tasharruf zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
25 Paket Sembako: Diberikan kepada kaum dhuafa di sekitar lingkungan masjid untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa.
1 Paket Alat Kebersihan: Diserahkan kepada pengurus masjid guna menunjang kenyamanan ibadah dan menjaga kemakmuran Masjid Putih Marinda Baitussalam.
Sinergi Membangun Umat
Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kehadiran pemerintah dan BAZNAS di tengah kesulitan warga.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Ponorogo berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima manfaat. "Kami ingin memastikan bahwa di bulan yang penuh berkah ini, tidak ada saudara kita yang merasa sendirian. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi penerima dan pembersih harta bagi para muzakki," ujar K.H. Kholid Ali Murtadlo.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama sebagai upaya nmemperkuat tali persaudaraan antara pemimpin dan rakyatnya di bawah naungan semangat Ramadhan.***
BERITA03/03/2026 | Intan Gandhini
Zakat sebagai Jembatan Kesejahteraan: Pemkab dan BAZNAS Ponorogo Sentuh Masyarakat Jambon
BAZNAS NEWS – Melalui semangat kebersamaan di bulan suci, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama BAZNAS kembali menunjukkan peran nyata dalam memuliakan umat. Agenda Safari Ramadhan kali ini menyambangi wilayah Kecamatan Jambon, menghadirkan kolaborasi antara pemimpin daerah, ulama dari jajaran MUI, serta FORKOPIMCAM setempat untuk memastikan distribusi kebaikan yang merata.
Bersama Wakil Ketua IV, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dan didampingi oleh Kepala Pelaksana serta staf, rangkaian bantuan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.
Ketahanan Pangan: Penyerahan paket logistik sembako kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari dana zakat yang dihimpun dari para muzakki.
Program Masjid Berseri: Penyerahan peralatan sanitasi dan kebersihan guna menjamin kenyamanan seluruh lapisan masyarakat saat menjalankan ibadah di masjid maupun mushola.
Sinergi ini membuktikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Ponorogo bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kehadiran tokoh pemerintah dan agama di tengah warga Jambon menjadi pengingat bahwa kebersihan tempat ibadah dan terpenuhinya kebutuhan pokok adalah kunci terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya.
Zakat yang dikelola dengan profesional tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga membangun kemaslahatan bagi seluruh umat di Kabupaten Ponorogo.***
BERITA28/02/2026 | Intan Gandhini
Pertahankan Transparansi, BAZNAS Ponorogo Kembali Raih Opini WTP untuk Laporan Keuangan 2025
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang akuntabel dan terpercaya. Berdasarkan hasil audit laporan keuangan tahun buku 2025, BAZNAS Ponorogo sukses mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Audit independen tersebut dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kuncara Budi Santosa dan Rekan Cabang Yogyakarta. Capaian ini menjadi bukti konsistensi BAZNAS Ponorogo dalam menerapkan standar akuntansi yang ketat serta transparansi dalam pengelolaan dana umat.
Komitmen Menjaga Amanah Muzakki
Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa raihan WTP ini merupakan kado bagi seluruh masyarakat Ponorogo, khususnya para muzakki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya.
"Opini WTP ini bukan sekadar predikat di atas kertas, melainkan cerminan dari komitmen kami untuk menjaga amanah. Setiap rupiah yang masuk dan keluar dicatat sesuai aturan yang berlaku, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap kredibilitas BAZNAS," tegas KH. Kholid.
Proses audit yang dilakukan oleh KAP Kuncara Budi Santosa dan Rekan mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap arus kas, neraca, serta laporan perubahan dana yang dikelola selama periode satu tahun penuh pada 2025.
Analisis Akuntansi: Makna Strategis Opini WTP bagi BAZNAS
Dalam dunia akuntansi, khususnya pada organisasi nirlaba dan lembaga pengelola zakat (LPZ), opini WTP memiliki bobot yang sangat krusial. Berikut adalah analisisnya:
1. Kepatuhan terhadap PSAK 109
Pencapaian WTP menunjukkan bahwa BAZNAS Ponorogo telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109. Standar ini secara spesifik mengatur tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah.
Implikasi: Pemisahan antara Dana Zakat, Dana Infak/Sedekah, dan Dana Amil dikelola secara presisi dan tidak tercampur (segregasi dana).
2. Efektivitas Sistem Pengendalian Internal (SPI)
Opini WTP menandakan bahwa KAP tidak menemukan kesalahan penyajian material atau kecurangan (fraud) yang signifikan. Ini membuktikan bahwa:
Mekanisme verifikasi transaksi berjalan dengan baik.
Adanya otorisasi yang jelas pada setiap penyaluran dana.
Dokumentasi bukti transaksi lengkap dan sah secara hukum.
3. Rasio Efisiensi Amil
Secara akuntansi, audit ini juga memotret bagaimana BAZNAS mengelola Hak Amil (maksimal 12,5% dari dana zakat). Predikat WTP memberikan sinyal bahwa penggunaan dana operasional untuk amil tetap berada dalam batas kewajaran dan ketentuan syariah tanpa mengurangi hak para mustahik.
4. Trust-Building dan Keberlanjutan Lembaga
Dari sisi akuntansi manajemen, laporan yang teraudit meningkatkan branding lembaga. Transparansi yang teruji secara profesional menurunkan risiko reputasi, yang secara linear biasanya diikuti dengan peningkatan perolehan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) pada tahun-tahun berikutnya.***
BERITA19/02/2026 | Intan Gandhini
Berdayakan Ekonomi Mustahik, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan Kambing di Cokromenggalan
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen dalam mentransformasi mustahik menjadi muzakki melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Pada Rabu, 18 Februari 2026, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan modal usaha berupa hewan ternak kambing kepada Bapak Samuri, warga Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., dengan didampingi oleh Kepala Pelaksana Bapak H. Sukarni, S.Sos., M.M., serta Staf Pelaksana Nur Arifin.
Harapan Baru untuk Kemandirian
Bantuan ini bertujuan untuk memberikan sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga Bapak Samuri. Dalam sambutannya, KH. Kholid menekankan pentingnya amanah dalam merawat bantuan tersebut.
"Bantuan ternak ini bukan sekadar pemberian, melainkan modal amanah. Kami berharap melalui pendampingan dari tim pelaksana, kambing-kambing ini dapat berkembang biak dan memperbaiki taraf ekonomi Bapak Samuri secara bertahap," ujar KH. Kholid.
Bapak H. Sukarni menambahkan bahwa pihak BAZNAS melalui staf pelaksana akan terus memantau perkembangan ternak tersebut guna memastikan program ini berjalan sesuai target pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan lingkungan.
Analisis Ekonomi: Dampak Peternakan Terhadap Ekonomi Lokal Ponorogo
Penyaluran bantuan ternak kambing oleh BAZNAS Ponorogo memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik di tingkat mikro maupun makro bagi wilayah Ponorogo:
1. Peningkatan Income Generating (Pendapatan Mandiri)
Bantuan ternak merupakan aset produktif. Secara matematis, dengan manajemen pemeliharaan yang baik, nilai aset (ternak) akan bertambah melalui proses perkembangbiakan. Hal ini menciptakan kemandirian ekonomi bagi penerima manfaat sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial konsumtif.
2. Ketahanan Pangan dan Suplai Lokal
Ponorogo memiliki tradisi peternakan yang kuat. Penambahan populasi ternak di tingkat rumah tangga memperkuat posisi Ponorogo sebagai penyangga kebutuhan daging ruminansia kecil di Jawa Timur. Menjelang Idul Adha, ketersediaan ternak lokal yang melimpah akan menjaga stabilitas harga di pasar hewan lokal.
3. Sirkulasi Ekonomi Sektoral
Program ini menciptakan multiplier effect:
Petani Hijauan: Meningkatkan permintaan pakan atau pemanfaatan limbah pertanian.
Pasar Hewan: Menghidupkan transaksi di pasar-pasar hewan seperti Pasar Jetis atau Pasar Pahing saat masa panen ternak tiba.
4. Mitigasi Inflasi Daerah
Dengan mendorong masyarakat menjadi produsen daging (peternak), tekanan inflasi pada sektor pangan hewani dapat ditekan. Pola bantuan "gaduhan" atau modal ternak ini merupakan instrumen efektif dalam redistribusi kekayaan yang menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan di perkotaan maupun pedesaan.
Langkah BAZNAS Ponorogo ini bukan hanya sekadar aksi filantropi, melainkan investasi sosial yang cerdas. Secara ekonomi, bantuan ini mengubah aset mati (dana zakat) menjadi aset produktif (ternak) yang bergerak di sektor riil.***
BERITA18/02/2026 | Intan Gandhini
Pastikan Kualitas Zakat Fitrah, BAZNAS Ponorogo Gandeng Bulog Melalui MoU Beras Premium
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo guna menjamin ketersediaan dan kualitas beras zakat fitrah bagi umat Muslim di wilayah Bumi Reog.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di RedGo Cafe and Meeting Rooms, Ponorogo.
Sinergi untuk Kemudahan Muzakki
Kerja sama ini berfokus pada penyediaan beras premium kemasan 5 kg yang akan digunakan untuk keperluan Zakat Fitrah pada Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa beras yang disalurkan melalui BAZNAS memiliki standar kualitas yang terjaga dan berat yang presisi.
Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh kedua belah pihak:
Pihak BAZNAS Ponorogo: Ditandatangani oleh Ketua BAZNAS, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd.
Pihak Bulog Ponorogo: Ditandatangani oleh Pemimpin Perum Bulog Cabang Ponorogo, Bapak Budiwan Susanto.
Komitmen Kualitas dan Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BAZNAS kepada para muzakki agar zakat yang ditunaikan benar-benar layak dan berkualitas terbaik.
"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan dukungan Bulog, kami memastikan beras zakat fitrah tahun 1447 H ini adalah beras premium yang bersih dan sehat untuk dikonsumsi para mustahik," ujar KH. Kholid.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menegaskan kesiapan stok untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penggunaan kemasan 5 kg dinilai sangat praktis dan sesuai dengan ketentuan syariat untuk besaran zakat fitrah per jiwa di Indonesia.
Dengan adanya MoU ini, diharapkan proses pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah di Kabupaten Ponorogo dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.***
BERITA13/02/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Ponorogo Hadiri Bakti Sosial DPC AWDI dalam Rangka Hari Pers Nasional 2026
BAZNAS NEWS – Mengukuhkan peran kolaborasi lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo turut serta dalam kegiatan Bakti Sosial DPC AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) Kabupaten Ponorogo. Acara yang digelar pada Rabu (11/02/2026) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Balai Kesenian Agung Paringan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dengan didampingi oleh segenap staf pelaksana. Kehadiran perwakilan BAZNAS ini menjadi bukti nyata dukungan lembaga pengelola zakat terhadap inisiatif sosial yang dilakukan oleh insan pers di Bumi Reog.
Bakti sosial tahun ini mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat". Rangkaian acara tidak hanya seremonial semata, namun juga menyentuh aspek fundamental masyarakat melalui program Bedah Rumah, Penyerahan Gerobak UMKM, dan Pembagian Sembako.
Analisis Strategis: Sudut Pandang BAZNAS Ponorogo
Kehadiran dan keterlibatan BAZNAS Ponorogo dalam agenda ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan memiliki nilai strategis sebagai berikut:
1. Harmonisasi Program Pendayagunaan
Program yang dijalankan oleh DPC AWDI, seperti bedah rumah dan penyerahan gerobak, memiliki niche yang sama dengan program unggulan BAZNAS (Ponorogo Peduli dan Ponorogo Makmur). Dengan hadirnya BAZNAS, terjadi sinkronisasi data dan sasaran agar bantuan tepat guna dan tidak tumpang tindih (overlapping).
2. Pers sebagai Mitra Literasi Zakat
Dalam analisis Ibu Yuni Ahad Diana, pers adalah pilar penting dalam syiar zakat. Melalui momen HPN ini, BAZNAS memandang wartawan bukan hanya sebagai pelapor berita, tetapi sebagai mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penyaluran zakat melalui lembaga resmi demi transparansi dan dampak yang lebih luas.
3. Penguatan Ekonomi Berbasis Komunitas
Fokus pada "Ekonomi Berdaulat" dalam tema acara sejalan dengan visi BAZNAS untuk mengubah mustahik menjadi muzakki. Dukungan terhadap pemberian gerobak UMKM menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat bawah.
4. Akuntabilitas Publik
Keterlibatan BAZNAS dalam acara yang dihadiri oleh berbagai unsur (TNI, Polri, Pemerintah Desa, dan Pers) menunjukkan bahwa pengelolaan dana umat di Ponorogo dilakukan secara inklusif dan kolaboratif, memperkuat kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap lembaga.
"Zakat dan Pers memiliki kesamaan tujuan dalam konteks kemanusiaan: yakni memberikan kemanfaatan dan mencerahkan kehidupan masyarakat. Melalui sinergi ini, kita berharap dampak sosial yang dihasilkan bisa lebih masif dan berkelanjutan," ujar Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. (Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo)
Acara ditutup dengan ramah tamah dan peninjauan simbolis bantuan, mempertegas komitmen bersama untuk terus mengawal kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ponorogo di tahun 2026 ini.***
BERITA11/02/2026 | Intan Gandhini
Perkuat Pilar Ekonomi Syariah, BAZNAS Ponorogo Hadiri Rakor Strategis Bank Indonesia di Kediri
BAZNAS NEWS — Langkah konkret dalam memperkokoh ekosistem keuangan syariah terus digalakkan. Kali ini, delegasi dari BAZNAS Kabupaten Ponorogo turut ambil bagian dalam agenda penting yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Wilayah Mataraman. Pertemuan bertajuk Rapat Koordinasi Sinergi Program Peningkatan Akses Pembiayaan dan Penguatan Keuangan Sosial Syariah ini menjadi panggung kolaborasi antarlembaga untuk menjawab tantangan ekonomi umat.
Kehadiran perwakilan dari Kota Reog ini dipimpin langsung oleh KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. (Ketua BAZNAS Ponorogo), Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. (Wakil Ketua IV), serta didampingi oleh jajaran staf pelaksana.
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga
Dalam forum tersebut, Bank Indonesia menekankan bahwa menjaga kestabilan nilai tukar dan mengendalikan inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan kunci kesejahteraan akar rumput. Salah satu sorotan utamanya adalah sektor pangan. Bank Indonesia mengajak lembaga pengelola zakat untuk lebih intensif menyasar sektor pertanian, memastikan para petani mendapatkan dukungan akses pembiayaan yang inklusif sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga.
ZISWAF sebagai Instrumen Solutif
Bapak KH. Kholid dan tim mengikuti pembahasan mendalam mengenai integrasi dana ZISWAF ke dalam sektor-sektor strategis. Kolaborasi ini dirancang agar dana umat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif melalui pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
"Digitalisasi menjadi jembatan utama untuk membangun kepercayaan publik. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, dampak dari dana zakat akan jauh lebih terasa bagi penguatan ekonomi masyarakat," ungkap poin penting dalam pertemuan tersebut.
Komitmen Berkelanjutan
Melalui partisipasi aktif ini, BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi besar Bank Indonesia dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Harapannya, sinergi ini mampu melahirkan inovasi baru dalam penyaluran ZISWAF yang lebih berdampak bagi masyarakat Ponorogo secara luas.***
BERITA09/02/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS RI Raih Tujuh Penghargaan di Indonesia Fundraising Award 2026
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) telah meraih prestasi gemilang dengan memenangkan tujuh penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2026. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kontribusi BAZNAS RI dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang profesional, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penghargaan yang diraih BAZNAS RI meliputi berbagai kategori penting dalam bidang pengumpulan dana dan pengelolaan zakat, yang menunjukkan komitmen lembaga dalam melibatkan masyarakat dan mitra strategis dalam penghimpunan dana ZIS. Prestasi ini mencerminkan pertumbuhan BAZNAS RI sebagai pelaku filantropi nasional yang berperan penting dalam berbagai perubahan sosial. Keberhasilan BAZNAS RI dalam ajang IFA 2026 mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang tidak hanya mengumpulkan dana dari umat, tetapi juga menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. Prestasi ini dianggap sebagai pengakuan atas dedikasi seluruh tim BAZNAS dalam menjalankan amanah muzaki dan masyarakat umum. Dalam rangka memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga zakat daerah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat sipil, BAZNAS RI akan terus berinovasi dalam layanan zakat yang relevan dengan tuntutan zaman dan selalu mengutamakan kemaslahatan umat. Sumber: BAZNAS RI, "BAZNAS RI Raih 7 Penghargaan Bergengsi di Ajang Indonesia Fundraising Award", dipublikasikan 29 Januari 2026.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Tingkatkan Standar Kelola Zakat, Delegasi BAZNAS Ponorogo Ikuti Sertifikasi Profesi BNSP di Jakarta
BAZNAS NEWS – Guna mewujudkan tata kelola zakat yang semakin kredibel dan profesional, perwakilan pimpinan BAZNAS Kabupaten Ponorogo resmi mengikuti agenda Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Delegasi dari Ponorogo yang hadir dalam pelatihan intensif ini adalah Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. (Wakil Ketua IV) serta Bapak H. Sukarni, S.Sos., M.M. (Kepala Pelaksana). Keduanya bergabung dengan pimpinan BAZNAS dari berbagai daerah lainnya di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur, selama lima hari penuh, terhitung sejak 26 hingga 30 Januari 2026.
Fokus pada Akuntabilitas dan Syariat
Program ini dirancang sebagai standar nasional untuk memastikan setiap amil (pengelola zakat) memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni. Materi yang dibahas mencakup spektrum luas, mulai dari:
Perencanaan Strategis: Merumuskan arah lembaga yang lebih progresif.
Audit Internal & Keuangan Syariah: Menjamin setiap rupiah dana umat dikelola sesuai kaidah hukum Islam dan regulasi negara.
Transformasi Digital: Optimalisasi teknologi dalam sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat.
Membangun Kepercayaan Publik
Keikutsertaan BAZNAS Ponorogo dalam sertifikasi ini merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan zaman. Sertifikasi BNSP bukan sekadar formalitas, melainkan bukti validasi bahwa SDM BAZNAS Ponorogo memiliki kompetensi yang diakui secara nasional.
Dengan adanya pimpinan yang tersertifikasi, diharapkan pola pendayagunaan zakat di Ponorogo semakin inovatif, terutama dalam program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel diyakini akan memperkuat kepercayaan para muzakki untuk menyalurkan kewajibannya melalui lembaga resmi.
Melalui asesmen langsung oleh para asesor profesional, BAZNAS Ponorogo berkomitmen membawa pulang ilmu dan standar kerja baru demi memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat di Bumi Reog.***
BERITA26/01/2026 | Intan Gandhini
Berdayakan Ekonomi Umat: Plt. Bupati Ponorogo Serahkan Bantuan Gerobak Usaha dari BAZNAS
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen mengubah mustahik menjadi muzakki melalui program pemberdayaan ekonomi. Dalam rangkaian peringatan HUT BAZNAS ke-25, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menyerahkan bantuan modal usaha berupa gerobak kepada sejumlah warga kurang mampu di kantor BAZNAS Ponorogo.
Didampingi oleh Ketua BAZNAS Ponorogo Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd, Bunda Lisdyarita menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis sebagai sarana pendukung bagi para pelaku usaha kecil untuk melanjutkan dan mengembangkan roda ekonomi keluarga mereka.
"Bantuan gerobak ini bukan sekadar pemberian barang, tetapi adalah alat perjuangan bagi para bapak dan ibu untuk mencari nafkah yang lebih layak. Kami ingin UMKM di Ponorogo naik kelas, dimulai dari sarana yang memadai," ujar Bunda Lisdyarita.
Zakat sebagai Instrumen Pengentas Kemiskinan
Penyaluran bantuan modal usaha dalam bentuk alat produksi (gerobak) memiliki implikasi ekonomi yang signifikan dibandingkan dengan bantuan konsumtif (uang tunai untuk kebutuhan pokok). Berikut adalah analisis ekonominya:
Transformasi Dana Zakat ke Modal Produktif
Dana zakat yang dihimpun dari para muzakki di Ponorogo berfungsi sebagai investasi sosial. Dengan memberikan gerobak, BAZNAS sedang melakukan penguatan sisi penawaran (supply side) dalam ekonomi mikro. Hal ini menciptakan kemandirian ekonomi bagi penerimanya sehingga mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial di masa depan.
Multiplier Effect (Efek Pengganda)
Satu unit gerobak yang digunakan untuk berjualan akan menciptakan perputaran uang baru di lingkungan sekitarnya. Mustahik akan membeli bahan baku dari pedagang lain, yang kemudian menciptakan rantai ekonomi lokal yang saling menguntungkan.
Keberlanjutan Pendapatan
Secara analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis), bantuan aset fisik memiliki nilai depresiasi yang lebih lambat dibandingkan uang tunai yang langsung habis dikonsumsi. Gerobak ini menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan harian (income generating) secara berkelanjutan bagi keluarga mustahik.
Menekan Angka Pengangguran Informal
Dengan adanya sarana usaha yang layak, hambatan masuk (barrier to entry) bagi masyarakat miskin untuk terjun ke dunia usaha dapat teratasi. Hal ini secara langsung membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Ponorogo.
Apresiasi untuk Transparansi Pengelolaan
Ketua BAZNAS Ponorogo menegaskan bahwa ketepatan sasaran bantuan ini tidak lepas dari dukungan para muzakki yang rutin menyalurkan zakatnya. "Dana dari para muzakki kami konversi menjadi alat penunjang kemandirian ekonomi. Ini adalah bukti bahwa zakat jika dikelola dengan profesional dapat menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat," pungkasnya.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini
HUT Ke-25 BAZNAS: Plt. Bupati Ponorogo Salurkan Berbagai Bantuan, Dari Bedah Rumah hingga Beasiswa SKSS
BAZNAS NEWS – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti peringatan HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo. Dalam momen spesial tersebut, BAZNAS Ponorogo menyalurkan berbagai bantuan lintas sektor yang menyasar ratusan mustahik di wilayah Bumi Reog, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten.
Ragam Bantuan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., didampingi oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Bantuan yang diberikan mencakup berbagai aspek kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya:
Sektor Sosial & Ekonomi: Bantuan biaya hidup bagi kaum duafa dan modal usaha untuk pelaku UMKM agar mandiri secara ekonomi.
Sektor Pendidikan: Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA, serta beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang menjadi program unggulan.
Sektor Kesehatan & Infrastruktur: Bantuan biaya pengobatan bagi warga sakit serta bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Sektor Keagamaan: Penyerahan bantuan melalui program Ponorogo Taqwa untuk penguatan kegiatan keagamaan di masyarakat.
Zakat yang Tepat Sasaran
Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyampaikan bahwa ragam bantuan ini adalah bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu menyentuh berbagai lapisan masalah sosial.
"Hari ini kita melihat betapa besar manfaat zakat. Ada anak yang bisa lanjut kuliah lewat beasiswa SKSS, ada warga yang rumahnya kini lebih layak lewat program rehab rumah. Ini semua adalah wujud nyata zakat menguatkan Indonesia," ujar Bunda Lisdyarita di sela-sela penyerahan bantuan.
Apresiasi untuk Para Muzakki
Di tempat yang sama, Ketua BAZNAS Ponorogo menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki—khususnya para ASN dan masyarakat umum—yang telah memercayakan zakat mereka kepada BAZNAS Ponorogo.
"Dana yang kami salurkan hari ini adalah amanah dari para muzakki. Kami berterima kasih karena kepercayaan Anda semua telah berubah menjadi senyum bagi para mustahik. Kami pastikan setiap rupiah yang masuk disalurkan melalui program yang tepat sasaran dan sesuai syariat," ungkap Ketua BAZNAS.
Peringatan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Ponorogo untuk semakin sadar akan pentingnya berzakat melalui lembaga resmi, demi pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok kabupaten.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini
Peringatan HUT BAZNAS ke-25: Plt. Bupati Ponorogo Himbau Seluruh OPD Salurkan Zakat Melalui BAZNAS
BAZNAS NEWS – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menghadiri peringatan HUT Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ke-25 yang digelar dengan khidmat di Kabupaten Ponorogo. Mengusung tema "Zakat Menguatkan Indonesia," acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat.
Apresiasi dan Penyerahan Bantuan Mustahik
Dalam sambutannya, Bunda Lisdyarita—sapaan akrab Plt. Bupati—memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja BAZNAS Ponorogo sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial.
"BAZNAS telah menunjukkan peran strategisnya dalam membantu pemerintah menekan angka kemiskinan. Kinerjanya sangat transparan dan akuntabel," ujar Bunda Lisdyarita.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, dalam acara tersebut Bunda Lisdyarita menyerahkan secara simbolis bantuan 5 program unggulan BAZNAS kepada para mustahik. Program-program ini mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah, yang diharapkan dapat menjadi stimulan bagi kesejahteraan masyarakat Ponorogo.
Ajakan Sinergi Seluruh OPD
Lebih lanjut, Bunda Lisdyarita mengimbau dan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk semakin aktif menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo.
"Saya mengajak seluruh kepala OPD dan ASN untuk menyalurkan zakatnya di BAZNAS. Dengan zakat yang terkelola dengan baik, kita bisa bersama-sama menguatkan Indonesia, khususnya memajukan Kabupaten Ponorogo," tegasnya.
Rasa Syukur BAZNAS Ponorogo
Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kehadiran Plt. Bupati beserta jajaran OPD merupakan suntikan semangat bagi para pengurus BAZNAS untuk terus melayani umat.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bunda Lisdyarita dan seluruh tamu undangan. Dukungan ini adalah amanah bagi kami untuk terus mengelola zakat secara profesional guna memberikan manfaat luas bagi mereka yang membutuhkan," ungkap KH. Kholid, S.Ag., M.Pd.
Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Ponorogo dan keberlangsungan program-program kesejahteraan umat di masa mendatang.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
