WhatsApp Icon
Sinergi RSUD dr. Hardjono S dan BAZNAS Ponorogo: Ringankan Beban Pengobatan Ananda Alvino

BAZNAS NEWS – Manajemen RSUD dr. Hardjono S Ponorogo bergerak cepat menyalurkan bantuan biaya perawatan dari BAZNAS Kabupaten Ponorogo untuk keluarga ananda Alvino, warga RT 02/RW 01, Dukuh Segropyak, Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung. Langkah nyata ini terekam dalam dokumentasi BAZNAS Ponorogo, yang memperlihatkan penyerahan bantuan secara langsung di area kerja rumah sakit. Kolaborasi strategis ini hadir sebagai solusi konkret untuk meringankan beban finansial keluarga di tengah masa-masa sulit mendampingi buah hati yang sedang sakit.

Dari kacamata medis, jaminan kepastian biaya memiliki korelasi linear yang sangat kuat terhadap tingkat keberhasilan kesembuhan pasien (clinical outcome). Ketika hambatan finansial berhasil dipangkas, risiko terjadinya penundaan tindakan atau pengobatan putus tengah jalan (drop-out) yang dapat memperburuk patofisiologi penyakit anak bisa dihindari. Intervensi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini memastikan tim medis RSUD dr. Hardjono S dapat fokus memberikan pelayanan yang komprehensif, kontinu, dan optimal demi menyelamatkan fase tumbuh kembang ananda Alvino.

Penyaluran bantuan ini juga menjadi implementasi nyata yang sinkron dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60 mengenai tata kelola asnaf zakat. Keluarga ananda Alvino sangat tepat dikategorikan ke dalam asnaf fakir atau miskin, yaitu kelompok yang mengalami keterbatasan daya finansial untuk memenuhi hak dasar atas akses kesehatan. Melalui pendekatan ini, instrumen filantropi Islam terbukti bergerak adaptif dan responsif dalam misi kemanusiaan yang mulia, yakni melindungi keberlangsungan jiwa manusia (hifzh an-nafs) sebagai bagian dari inti Maqashid asy-Syari'ah.

Melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel antara kedua lembaga, dana umat berhasil dioptimalkan untuk memutus potensi kemiskinan ekstrem akibat beban biaya medis yang tinggi (catastrophic health expenditure). Manajemen RSUD dr. Hardjono S berharap bantuan ini tidak hanya mempercepat pemulihan kesehatan ananda Alvino, tetapi juga mampu mengetuk hati para muzaki untuk terus istikamah berbagi. Gotong royong berbasis syariat ini diharapkan terus bergulir luas demi menebar maslahat yang lebih besar bagi masyarakat Ponorogo.***

10/06/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Rehab Rumah di Banyudono: Upaya Ilmiah Pengentasan Kemiskinan Berbasis Syariat

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam kemaslahatan umat. Pada Selasa, 9 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo resmi menyalurkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Bapak Suharni, seorang warga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo.

Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Ponorogo, Dr. Muhammad Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I., dengan didampingi oleh Wakil Ketua IV, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., serta Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan bahwa setiap program yang digulirkan dikawal dengan manajemen yang serius dan transparan.

Tinjauan Ilmiah: Rumah sebagai Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

Secara ilmiah, fokus BAZNAS Ponorogo dalam memprioritaskan program rehab rumah bukanlah tanpa alasan. Dalam studi ekonomi pembangunan dan sosiologi, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan indikator utama dalam mengukur Multidimensional Poverty Index (MPI) atau Indeks Kemiskinan Multidimensi.

Ada hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang kuat antara kondisi hunian dengan produktivitas manusia:

Kesehatan dan Produktivitas: Rumah yang tidak layak huni (lembap, sanitasi buruk, kurang pencahayaan) menjadi sarang penyakit. Secara epidemiologi, hunian buruk meningkatkan risiko penyakit infeksi dan ISPA. Ketika kepala keluarga atau anggota keluarga sakit, produktivitas ekonomi mereka mandek, yang akhirnya memperdalam jebakan kemiskinan (poverty trap).

Aspek Psikologis dan Kognitif: Hunian yang aman dan layak memberikan stabilitas psikologis (mereduksi stres kronis) dan ruang belajar yang kondusif bagi anak-anak. Secara jangka panjang, ini memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui peningkatan kualitas modal manusia (human capital).

Dengan memperbaiki rumah Bapak Suharni, BAZNAS Ponorogo secara ilmiah sedang membangun fondasi kesehatan, sosial, dan ekonomi dasar yang menjadi modal utama bagi keluarga penerima manfaat untuk keluar dari garis kemiskinan.

Analisis Syariah: Kesesuaian Dana ZIS dengan Delapan Asnaf

Penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) oleh BAZNAS Ponorogo untuk program rehab rumah ini dinilai sangat tepat sasaran dan memenuhi regulasi hukum Islam (as-Siyasah asy-Syar'iyyah).

Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60, Allah SWT telah menetapkan 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat. Jika dianalisis, bantuan untuk Bapak Suharni masuk ke dalam kategori yang sangat krusial.

Bapak Suharni selaku penerima manfaat masuk dalam kategori Miskin (memiliki harta/penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mendasar) atau Fakir. Rumah merupakan kebutuhan primer (al-hajah al-ashliyyah) dalam konsep Maqashid Syariah (Hifzh an-Nafs / Menjaga Jiwa dan Hifzh al-Mal / Menjaga Harta).

Secara perluasan makna kontemporer yang disepakati banyak ulama, program pengentasan kemiskinan struktural demi menjaga kehormatan dan keimanan umat Muslim dari kekufuran akibat kemiskinan juga dapat diakomodasi dalam penguatan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan RTLH ini sangat sesuai dengan ketentuan asnaf. BAZNAS Ponorogo tidak sekadar membagikan zakat secara konsumtif (habis pakai), melainkan secara produktif-kesejahteraan. Menggunakan dana ZIS untuk membangun tempat tinggal yang layak berarti memenuhi hak dasar hidup (had al-kifayah) seorang Muslim agar ia dapat beribadah dengan tenang, hidup dengan terhormat, dan secara perlahan bertransformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.***

09/06/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Bawa Berkah bagi Muzakki dan Mustahik, BAZNAS Ponorogo Rehab Rumah Warga Jambon dan Sukorejo

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat prasejahtera. Pada Selasa, 3 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah layak huni kepada dua warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Jambon dan Kecamatan Sukorejo.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., kepada para penerima manfaat, yaitu:

Bapak Mistono, warga Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon.

Bapak Tukirin, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo.

Penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Program rehab rumah ini merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Ponorogo dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.

"Harapannya, semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi keluarga mustahik, serta membawa keberkahan yang melimpah bagi para muzakki yang telah mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Ponorogo," ujar Ibu Yuni Ahad Diana di sela-sela penyerahan bantuan.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara muzakki dan BAZNAS, diharapkan program-program kemaslahatan seperti ini dapat terus menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di seluruh pelosok Kabupaten Ponorogo.***

02/06/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Dana Zakat Jadi Solusi Hunian: BAZNAS Ponorogo Sasar Rumah Tak Layak di Prayungan

BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan melalui pendistribusian bantuan bedah rumah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Ema Rahma Yanti, seorang warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (30/4/2026). Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. Dalam sambutannya, beliau berharap bantuan ini dapat memberikan ketenangan serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat diharapkan menjadi jembatan kepedulian dari para muzaki untuk membantu sesama secara tepat sasaran.

Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Pemerintah Desa Prayungan yang menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak desa memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kemiskinan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar akan tempat tinggal di wilayah Kecamatan Sawoo.

Proses renovasi rumah Ibu Ema Rahma Yanti akan segera dilaksanakan dengan melibatkan gotong royong warga setempat. Dengan adanya bantuan ini, BAZNAS Ponorogo terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah guna menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh pelosok Bumi Reog.


Analisis Dampak Ekonomi di Era Sekarang

Di tengah fluktuasi harga material bangunan dan biaya hidup di tahun 2026, program bedah rumah memiliki dampak ekonomi yang signifikan:

  • Peningkatan Aset Produktif: Rumah yang layak meningkatkan kesehatan penghuninya, sehingga menurunkan pengeluaran kesehatan keluarga dan meningkatkan produktivitas kerja mereka.

  • Stimulasi Ekonomi Mikro: Pembelian material bangunan dan penggunaan tenaga kerja lokal dalam proses renovasi memutar roda ekonomi di tingkat desa.

  • Pengurangan Kesenjangan: Intervensi BAZNAS membantu mencegah keluarga prasejahtera jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan akibat beban biaya perbaikan aset yang tidak mampu mereka tanggung sendiri.

30/04/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Link and Match: BAZNAS Bedah Strategi Kesejahteraan Ekonomi Umat di FEBI UIN Ponorogo

BAZNAS NEWS – Kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari tidak sekadar menjadi seremonial di atas kertas. Sebagai langkah konkret awal, Wakil Ketua IV Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. hadir langsung sebagai narasumber dalam agenda Kuliah Tamu yang digelar di kampus FEBI, Senin (27/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf yang antusias mendalami implementasi tata kelola zakat modern. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan untuk menyelaraskan antara teori ekonomi syariah yang diajarkan di bangku perkuliahan dengan realitas praktik pengelolaan dana umat di lapangan.

Analisis: Sinergi Akademisi dan Praktisi

Dari sudut pandang akademis, kolaborasi ini dinilai sangat linier dengan visi FEBI UIN Ponorogo. Berikut adalah beberapa poin analisis terkait peran strategis BAZNAS dalam memperkuat ekonomi umat:

Laboratorium Ekonomi Syariah yang Hidup: BAZNAS berperan sebagai mitra industri bagi FEBI. Jika kampus berfokus pada pengembangan literasi dan riset, maka BAZNAS adalah pelaksana dari instrumen ekonomi Islam tersebut. Sinergi ini memastikan lulusan FEBI memiliki wawasan yang relevan dengan ekosistem zakat nasional.

Akselerator Kesejahteraan Umat: Melalui berbagai program pendayagunaan, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi Islam mengenai distribusi kekayaan yang adil guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Ponorogo.

Penguatan Tata Kelola Berbasis Integritas: Dengan melibatkan akademisi dalam pengawasan dan pengembangan program, BAZNAS memperkuat pilar akuntabilitasnya. Sebaliknya, kampus mendapatkan data riil untuk mengembangkan model ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat.

Menuju Ekosistem Ekonomi Islam yang Unggul

Kuliah tamu ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa zakat bukan hanya soal ibadah personal, melainkan instrumen fiskal Islam yang kuat dalam pengentasan kemiskinan.

"Langkah tindak lanjut yang cepat ini membuktikan komitmen kedua lembaga. Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam dipraktikkan secara profesional oleh BAZNAS," ungkap Ibu Yuni Ahad Diana.

Dengan adanya kolaborasi yang linier ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan zakat yang lebih modern, transparan, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Ponorogo.***

28/04/2026 | Kontributor: Intan Gandhini

Berita Terbaru

Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Ponorogo Hadiri Bakti Sosial DPC AWDI dalam Rangka Hari Pers Nasional 2026
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Ponorogo Hadiri Bakti Sosial DPC AWDI dalam Rangka Hari Pers Nasional 2026
BAZNAS NEWS – Mengukuhkan peran kolaborasi lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo turut serta dalam kegiatan Bakti Sosial DPC AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) Kabupaten Ponorogo. Acara yang digelar pada Rabu (11/02/2026) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Balai Kesenian Agung Paringan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dengan didampingi oleh segenap staf pelaksana. Kehadiran perwakilan BAZNAS ini menjadi bukti nyata dukungan lembaga pengelola zakat terhadap inisiatif sosial yang dilakukan oleh insan pers di Bumi Reog. Bakti sosial tahun ini mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat". Rangkaian acara tidak hanya seremonial semata, namun juga menyentuh aspek fundamental masyarakat melalui program Bedah Rumah, Penyerahan Gerobak UMKM, dan Pembagian Sembako. Analisis Strategis: Sudut Pandang BAZNAS Ponorogo Kehadiran dan keterlibatan BAZNAS Ponorogo dalam agenda ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan memiliki nilai strategis sebagai berikut: 1. Harmonisasi Program Pendayagunaan Program yang dijalankan oleh DPC AWDI, seperti bedah rumah dan penyerahan gerobak, memiliki niche yang sama dengan program unggulan BAZNAS (Ponorogo Peduli dan Ponorogo Makmur). Dengan hadirnya BAZNAS, terjadi sinkronisasi data dan sasaran agar bantuan tepat guna dan tidak tumpang tindih (overlapping). 2. Pers sebagai Mitra Literasi Zakat Dalam analisis Ibu Yuni Ahad Diana, pers adalah pilar penting dalam syiar zakat. Melalui momen HPN ini, BAZNAS memandang wartawan bukan hanya sebagai pelapor berita, tetapi sebagai mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penyaluran zakat melalui lembaga resmi demi transparansi dan dampak yang lebih luas. 3. Penguatan Ekonomi Berbasis Komunitas Fokus pada "Ekonomi Berdaulat" dalam tema acara sejalan dengan visi BAZNAS untuk mengubah mustahik menjadi muzakki. Dukungan terhadap pemberian gerobak UMKM menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat bawah. 4. Akuntabilitas Publik Keterlibatan BAZNAS dalam acara yang dihadiri oleh berbagai unsur (TNI, Polri, Pemerintah Desa, dan Pers) menunjukkan bahwa pengelolaan dana umat di Ponorogo dilakukan secara inklusif dan kolaboratif, memperkuat kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap lembaga. "Zakat dan Pers memiliki kesamaan tujuan dalam konteks kemanusiaan: yakni memberikan kemanfaatan dan mencerahkan kehidupan masyarakat. Melalui sinergi ini, kita berharap dampak sosial yang dihasilkan bisa lebih masif dan berkelanjutan," ujar Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. (Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo) Acara ditutup dengan ramah tamah dan peninjauan simbolis bantuan, mempertegas komitmen bersama untuk terus mengawal kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ponorogo di tahun 2026 ini.***
BERITA11/02/2026 | Intan Gandhini
Perkuat Pilar Ekonomi Syariah, BAZNAS Ponorogo Hadiri Rakor Strategis Bank Indonesia di Kediri
Perkuat Pilar Ekonomi Syariah, BAZNAS Ponorogo Hadiri Rakor Strategis Bank Indonesia di Kediri
BAZNAS NEWS — Langkah konkret dalam memperkokoh ekosistem keuangan syariah terus digalakkan. Kali ini, delegasi dari BAZNAS Kabupaten Ponorogo turut ambil bagian dalam agenda penting yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Wilayah Mataraman. Pertemuan bertajuk Rapat Koordinasi Sinergi Program Peningkatan Akses Pembiayaan dan Penguatan Keuangan Sosial Syariah ini menjadi panggung kolaborasi antarlembaga untuk menjawab tantangan ekonomi umat. Kehadiran perwakilan dari Kota Reog ini dipimpin langsung oleh KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. (Ketua BAZNAS Ponorogo), Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. (Wakil Ketua IV), serta didampingi oleh jajaran staf pelaksana. Fokus pada Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga Dalam forum tersebut, Bank Indonesia menekankan bahwa menjaga kestabilan nilai tukar dan mengendalikan inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan kunci kesejahteraan akar rumput. Salah satu sorotan utamanya adalah sektor pangan. Bank Indonesia mengajak lembaga pengelola zakat untuk lebih intensif menyasar sektor pertanian, memastikan para petani mendapatkan dukungan akses pembiayaan yang inklusif sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga. ZISWAF sebagai Instrumen Solutif Bapak KH. Kholid dan tim mengikuti pembahasan mendalam mengenai integrasi dana ZISWAF ke dalam sektor-sektor strategis. Kolaborasi ini dirancang agar dana umat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif melalui pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. "Digitalisasi menjadi jembatan utama untuk membangun kepercayaan publik. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, dampak dari dana zakat akan jauh lebih terasa bagi penguatan ekonomi masyarakat," ungkap poin penting dalam pertemuan tersebut. Komitmen Berkelanjutan Melalui partisipasi aktif ini, BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi besar Bank Indonesia dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Harapannya, sinergi ini mampu melahirkan inovasi baru dalam penyaluran ZISWAF yang lebih berdampak bagi masyarakat Ponorogo secara luas.***
BERITA09/02/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS RI Raih Tujuh Penghargaan di Indonesia Fundraising Award 2026
BAZNAS RI Raih Tujuh Penghargaan di Indonesia Fundraising Award 2026
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) telah meraih prestasi gemilang dengan memenangkan tujuh penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2026. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kontribusi BAZNAS RI dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang profesional, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penghargaan yang diraih BAZNAS RI meliputi berbagai kategori penting dalam bidang pengumpulan dana dan pengelolaan zakat, yang menunjukkan komitmen lembaga dalam melibatkan masyarakat dan mitra strategis dalam penghimpunan dana ZIS. Prestasi ini mencerminkan pertumbuhan BAZNAS RI sebagai pelaku filantropi nasional yang berperan penting dalam berbagai perubahan sosial. Keberhasilan BAZNAS RI dalam ajang IFA 2026 mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang tidak hanya mengumpulkan dana dari umat, tetapi juga menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. Prestasi ini dianggap sebagai pengakuan atas dedikasi seluruh tim BAZNAS dalam menjalankan amanah muzaki dan masyarakat umum. Dalam rangka memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga zakat daerah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat sipil, BAZNAS RI akan terus berinovasi dalam layanan zakat yang relevan dengan tuntutan zaman dan selalu mengutamakan kemaslahatan umat. Sumber: BAZNAS RI, "BAZNAS RI Raih 7 Penghargaan Bergengsi di Ajang Indonesia Fundraising Award", dipublikasikan 29 Januari 2026.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Tingkatkan Standar Kelola Zakat, Delegasi BAZNAS Ponorogo Ikuti Sertifikasi Profesi BNSP di Jakarta
Tingkatkan Standar Kelola Zakat, Delegasi BAZNAS Ponorogo Ikuti Sertifikasi Profesi BNSP di Jakarta
BAZNAS NEWS – Guna mewujudkan tata kelola zakat yang semakin kredibel dan profesional, perwakilan pimpinan BAZNAS Kabupaten Ponorogo resmi mengikuti agenda Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Delegasi dari Ponorogo yang hadir dalam pelatihan intensif ini adalah Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. (Wakil Ketua IV) serta Bapak H. Sukarni, S.Sos., M.M. (Kepala Pelaksana). Keduanya bergabung dengan pimpinan BAZNAS dari berbagai daerah lainnya di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur, selama lima hari penuh, terhitung sejak 26 hingga 30 Januari 2026. Fokus pada Akuntabilitas dan Syariat Program ini dirancang sebagai standar nasional untuk memastikan setiap amil (pengelola zakat) memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni. Materi yang dibahas mencakup spektrum luas, mulai dari: Perencanaan Strategis: Merumuskan arah lembaga yang lebih progresif. Audit Internal & Keuangan Syariah: Menjamin setiap rupiah dana umat dikelola sesuai kaidah hukum Islam dan regulasi negara. Transformasi Digital: Optimalisasi teknologi dalam sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat. Membangun Kepercayaan Publik Keikutsertaan BAZNAS Ponorogo dalam sertifikasi ini merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan zaman. Sertifikasi BNSP bukan sekadar formalitas, melainkan bukti validasi bahwa SDM BAZNAS Ponorogo memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Dengan adanya pimpinan yang tersertifikasi, diharapkan pola pendayagunaan zakat di Ponorogo semakin inovatif, terutama dalam program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel diyakini akan memperkuat kepercayaan para muzakki untuk menyalurkan kewajibannya melalui lembaga resmi. Melalui asesmen langsung oleh para asesor profesional, BAZNAS Ponorogo berkomitmen membawa pulang ilmu dan standar kerja baru demi memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat di Bumi Reog.***
BERITA26/01/2026 | Intan Gandhini
Berdayakan Ekonomi Umat: Plt. Bupati Ponorogo Serahkan Bantuan Gerobak Usaha dari BAZNAS
Berdayakan Ekonomi Umat: Plt. Bupati Ponorogo Serahkan Bantuan Gerobak Usaha dari BAZNAS
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen mengubah mustahik menjadi muzakki melalui program pemberdayaan ekonomi. Dalam rangkaian peringatan HUT BAZNAS ke-25, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menyerahkan bantuan modal usaha berupa gerobak kepada sejumlah warga kurang mampu di kantor BAZNAS Ponorogo. Didampingi oleh Ketua BAZNAS Ponorogo Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd, Bunda Lisdyarita menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis sebagai sarana pendukung bagi para pelaku usaha kecil untuk melanjutkan dan mengembangkan roda ekonomi keluarga mereka. "Bantuan gerobak ini bukan sekadar pemberian barang, tetapi adalah alat perjuangan bagi para bapak dan ibu untuk mencari nafkah yang lebih layak. Kami ingin UMKM di Ponorogo naik kelas, dimulai dari sarana yang memadai," ujar Bunda Lisdyarita. Zakat sebagai Instrumen Pengentas Kemiskinan Penyaluran bantuan modal usaha dalam bentuk alat produksi (gerobak) memiliki implikasi ekonomi yang signifikan dibandingkan dengan bantuan konsumtif (uang tunai untuk kebutuhan pokok). Berikut adalah analisis ekonominya: Transformasi Dana Zakat ke Modal Produktif Dana zakat yang dihimpun dari para muzakki di Ponorogo berfungsi sebagai investasi sosial. Dengan memberikan gerobak, BAZNAS sedang melakukan penguatan sisi penawaran (supply side) dalam ekonomi mikro. Hal ini menciptakan kemandirian ekonomi bagi penerimanya sehingga mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial di masa depan. Multiplier Effect (Efek Pengganda) Satu unit gerobak yang digunakan untuk berjualan akan menciptakan perputaran uang baru di lingkungan sekitarnya. Mustahik akan membeli bahan baku dari pedagang lain, yang kemudian menciptakan rantai ekonomi lokal yang saling menguntungkan. Keberlanjutan Pendapatan Secara analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis), bantuan aset fisik memiliki nilai depresiasi yang lebih lambat dibandingkan uang tunai yang langsung habis dikonsumsi. Gerobak ini menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan harian (income generating) secara berkelanjutan bagi keluarga mustahik. Menekan Angka Pengangguran Informal Dengan adanya sarana usaha yang layak, hambatan masuk (barrier to entry) bagi masyarakat miskin untuk terjun ke dunia usaha dapat teratasi. Hal ini secara langsung membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Ponorogo. Apresiasi untuk Transparansi Pengelolaan Ketua BAZNAS Ponorogo menegaskan bahwa ketepatan sasaran bantuan ini tidak lepas dari dukungan para muzakki yang rutin menyalurkan zakatnya. "Dana dari para muzakki kami konversi menjadi alat penunjang kemandirian ekonomi. Ini adalah bukti bahwa zakat jika dikelola dengan profesional dapat menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat," pungkasnya.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini
HUT Ke-25 BAZNAS: Plt. Bupati Ponorogo Salurkan Berbagai Bantuan, Dari Bedah Rumah hingga Beasiswa SKSS
HUT Ke-25 BAZNAS: Plt. Bupati Ponorogo Salurkan Berbagai Bantuan, Dari Bedah Rumah hingga Beasiswa SKSS
BAZNAS NEWS – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti peringatan HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo. Dalam momen spesial tersebut, BAZNAS Ponorogo menyalurkan berbagai bantuan lintas sektor yang menyasar ratusan mustahik di wilayah Bumi Reog, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten. Ragam Bantuan untuk Kesejahteraan Masyarakat Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., didampingi oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Bantuan yang diberikan mencakup berbagai aspek kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya: Sektor Sosial & Ekonomi: Bantuan biaya hidup bagi kaum duafa dan modal usaha untuk pelaku UMKM agar mandiri secara ekonomi. Sektor Pendidikan: Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA, serta beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang menjadi program unggulan. Sektor Kesehatan & Infrastruktur: Bantuan biaya pengobatan bagi warga sakit serta bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Sektor Keagamaan: Penyerahan bantuan melalui program Ponorogo Taqwa untuk penguatan kegiatan keagamaan di masyarakat. Zakat yang Tepat Sasaran Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyampaikan bahwa ragam bantuan ini adalah bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu menyentuh berbagai lapisan masalah sosial. "Hari ini kita melihat betapa besar manfaat zakat. Ada anak yang bisa lanjut kuliah lewat beasiswa SKSS, ada warga yang rumahnya kini lebih layak lewat program rehab rumah. Ini semua adalah wujud nyata zakat menguatkan Indonesia," ujar Bunda Lisdyarita di sela-sela penyerahan bantuan. Apresiasi untuk Para Muzakki Di tempat yang sama, Ketua BAZNAS Ponorogo menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki—khususnya para ASN dan masyarakat umum—yang telah memercayakan zakat mereka kepada BAZNAS Ponorogo. "Dana yang kami salurkan hari ini adalah amanah dari para muzakki. Kami berterima kasih karena kepercayaan Anda semua telah berubah menjadi senyum bagi para mustahik. Kami pastikan setiap rupiah yang masuk disalurkan melalui program yang tepat sasaran dan sesuai syariat," ungkap Ketua BAZNAS. Peringatan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Ponorogo untuk semakin sadar akan pentingnya berzakat melalui lembaga resmi, demi pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok kabupaten.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini
Peringatan HUT BAZNAS ke-25: Plt. Bupati Ponorogo Himbau Seluruh OPD Salurkan Zakat Melalui BAZNAS
Peringatan HUT BAZNAS ke-25: Plt. Bupati Ponorogo Himbau Seluruh OPD Salurkan Zakat Melalui BAZNAS
BAZNAS NEWS – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., menghadiri peringatan HUT Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ke-25 yang digelar dengan khidmat di Kabupaten Ponorogo. Mengusung tema "Zakat Menguatkan Indonesia," acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat. Apresiasi dan Penyerahan Bantuan Mustahik Dalam sambutannya, Bunda Lisdyarita—sapaan akrab Plt. Bupati—memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja BAZNAS Ponorogo sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial. "BAZNAS telah menunjukkan peran strategisnya dalam membantu pemerintah menekan angka kemiskinan. Kinerjanya sangat transparan dan akuntabel," ujar Bunda Lisdyarita. Sebagai bentuk nyata kepedulian, dalam acara tersebut Bunda Lisdyarita menyerahkan secara simbolis bantuan 5 program unggulan BAZNAS kepada para mustahik. Program-program ini mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah, yang diharapkan dapat menjadi stimulan bagi kesejahteraan masyarakat Ponorogo. Ajakan Sinergi Seluruh OPD Lebih lanjut, Bunda Lisdyarita mengimbau dan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk semakin aktif menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo. "Saya mengajak seluruh kepala OPD dan ASN untuk menyalurkan zakatnya di BAZNAS. Dengan zakat yang terkelola dengan baik, kita bisa bersama-sama menguatkan Indonesia, khususnya memajukan Kabupaten Ponorogo," tegasnya. Rasa Syukur BAZNAS Ponorogo Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kehadiran Plt. Bupati beserta jajaran OPD merupakan suntikan semangat bagi para pengurus BAZNAS untuk terus melayani umat. "Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bunda Lisdyarita dan seluruh tamu undangan. Dukungan ini adalah amanah bagi kami untuk terus mengelola zakat secara profesional guna memberikan manfaat luas bagi mereka yang membutuhkan," ungkap KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Ponorogo dan keberlangsungan program-program kesejahteraan umat di masa mendatang.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini
Luar Biasa! BAZNAS Ponorogo Berhasil Himpun Rp 8,9 Miliar Dana ZIS Sepanjang 2025
Luar Biasa! BAZNAS Ponorogo Berhasil Himpun Rp 8,9 Miliar Dana ZIS Sepanjang 2025
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo mencatatkan pencapaian gemilang di penghujung tahun 2025. Lembaga pemerintah non-struktural ini berhasil menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 8.949.316.393,06. Angka ini menunjukkan tren positif dan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap pengelolaan dana umat di Bumi Reog. Ketua BAZNAS Ponorogo dalam sambutan peringatan HUT BAZNAS ke-25, menyatakan bahwa capaian ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat umum, dan khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Dana yang terkumpul tersebut dipastikan akan disalurkan melalui lima program unggulan, yakni Ponorogo Taqwa, Ponorogo Cerdas, Ponorogo Sehat, Ponorogo Peduli, dan Ponorogo Makmur. Apresiasi untuk Para Muzakki dan ASN Keberhasilan menembus angka Rp 8,9 miliar ini dipandang sebagai bukti nyata dari tingginya kesadaran berzakat di Kabupaten Ponorogo. Secara khusus, BAZNAS memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang menjadi pilar utama penghimpunan zakat profesi. "Kami haturkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh muzakki, terutama rekan-rekan ASN di lingkungan Pemkab Ponorogo. Ketulusan Anda semua adalah energi bagi kami untuk terus menebar manfaat. Dana ini adalah amanah yang akan kami kelola secara transparan dan profesional untuk mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Dampak Nyata bagi Masyarakat Peningkatan perolehan ZIS ini berdampak langsung pada jangkauan bantuan. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Ponorogo telah aktif melakukan berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari: Bantuan modal usaha bagi UMKM melalui program zakat produktif. Beasiswa pendidikan untuk siswa kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan sekolah. Bedah rumah bagi warga yang memiliki hunian tidak layak. Santunan kesehatan dan bantuan logistik bagi korban bencana. Dengan semangat "Cahaya Zakat, Keajaiban Bagi Muzakki dan Mustahik", BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk terus menjaga amanah ini dan berharap pada tahun-tahun mendatang, kesadaran berzakat semakin meluas demi terwujudnya masyarakat Ponorogo yang lebih sejahtera dan barokah.***
BERITA21/01/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS Indonesia Bantu Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah dengan 186.000 Liter Air Bersih
BAZNAS Indonesia Bantu Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah dengan 186.000 Liter Air Bersih
BAZNAS Republik Indonesia telah menyalurkan 186.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Penyaluran air bersih ini dilakukan dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akses terhadap sumber air bersih akibat bencana alam. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bekerja sama dengan relawan lokal dan pihak berwenang setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi dasar terpenuhi dengan baik, terutama di daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih akibat kerusakan infrastruktur dan kontaminasi sumber air. Menurut BAZNAS RI, layanan air bersih merupakan prioritas utama dalam situasi darurat bencana karena berdampak langsung pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Distribusi dilakukan secara akuntabel dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan dapat diterima dengan cepat dan tepat oleh warga yang membutuhkan. Selain penyaluran air bersih, tim BAZNAS juga memberikan edukasi tentang penggunaan air yang aman dan higienis guna mengurangi risiko gangguan kesehatan pasca banjir. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat menjaga kesehatan mereka selama proses pemulihan. Melalui upaya penyaluran 186.000 liter air bersih ini, BAZNAS RI menunjukkan komitmennya untuk senantiasa membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan menyediakan layanan sosial yang cepat dan bermanfaat bagi kesejahteraan penyintas. Sumber: Rilis resmi BAZNAS RI, "BAZNAS RI Distribusikan 186.000 Liter Air Bersih untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah," dipublikasikan pada 14 Januari 2026.
BERITA15/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Wujudkan Kepedulian, Plt. Bupati Ponorogo dan BAZNAS Serahkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Longsor di Wagir Kidul
Wujudkan Kepedulian, Plt. Bupati Ponorogo dan BAZNAS Serahkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Longsor di Wagir Kidul
BAZNAS NEWS – Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo menunjukkan gerak cepat dalam penanganan pascabencana. Pada hari ini, dilakukan penyerahan bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi rumah bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Selasa (30/12/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, S.H. Dalam sambutannya, Bunda Rita menyampaikan rasa simpati yang mendalam serta komitmen pemerintah untuk memastikan warga terdampak dapat kembali memiliki hunian yang layak dan aman. "Kehadiran kami di sini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian pemerintah untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Wagir Kidul. Semoga bantuan rehabilitasi ini bisa mempercepat pemulihan kondisi ekonomi dan psikologis warga," ujar Bunda Lisdyarita. Sinergi Bersama BAZNAS Ponorogo Tidak hanya fokus pada infrastruktur hunian, kebutuhan pokok warga juga menjadi perhatian utama. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Ponorogo turut menyerahkan bantuan logistik berupa 50 paket sembako kepada keluarga yang terdampak bencana. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Beliau hadir dengan didampingi oleh jajaran Wakil Ketua dan Kepala Pelaksana BAZNAS Ponorogo. KH. Kholid menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki di Ponorogo yang disalurkan untuk misi kemanusiaan. "Kami berharap bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga selama masa pemulihan," tuturnya. Harapan Warga Warga Desa Wagir Kidul menyambut baik bantuan tersebut. Program rekonstruksi ini dinilai sangat krusial, mengingat kondisi geografis wilayah yang membutuhkan penanganan bangunan yang lebih kokoh demi mengantisipasi risiko bencana di masa depan. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di lahan rawan longsor sebagai ikhtiar bersama menciptakan alam yang aman, dan besar harapan agar terhindar dari bencana di masa yang akan datang.***
BERITA30/12/2025 | Intan Gandhini
BAZNAS RI dan BCA Syariah Menguatkan Dukungan untuk UMKM Mustahik melalui Pendanaan Usaha dan Pelatihan
BAZNAS RI dan BCA Syariah Menguatkan Dukungan untuk UMKM Mustahik melalui Pendanaan Usaha dan Pelatihan
BAZNAS Republik Indonesia bersama BCA Syariah telah memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui program kolaboratif yang mengintegrasikan penyaluran modal usaha dan pelatihan bagi mustahik yang bergerak dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan usaha, akses terhadap modal, dan keterampilan manajerial bagi para pelaku UMKM di berbagai daerah. Kerjasama antara BAZNAS dan BCA Syariah bertujuan untuk memberikan dukungan yang komprehensif kepada mustahik yang memiliki potensi dalam dunia usaha namun masih mengalami kendala terkait modal dan pengetahuan teknis. Melalui program ini, para penerima manfaat diberikan kesempatan untuk memperkuat bisnis mereka melalui bantuan modal yang terarah serta pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan operasional usaha. Proses penyaluran modal usaha dilakukan dengan cermat kepada peserta yang telah melalui proses verifikasi dan pendampingan awal dari tim BAZNAS beserta mitra. Selain bantuan finansial, para peserta juga akan menerima pelatihan yang meliputi peningkatan kapasitas di bidang pemasaran, pengelolaan keuangan, dan strategi pengembangan usaha guna dapat bersaing secara berkelanjutan. BAZNAS RI menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik jangka panjang. Dengan dukungan lembaga keuangan syariah seperti BCA Syariah, diharapkan program pemberdayaan ini dapat membuka peluang ekonomi lebih luas, meningkatkan produktivitas usaha, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga mustahik. Kolaborasi ini juga mencerminkan peran strategis lembaga zakat nasional dalam memperluas dampak filantropi zakat, infak, dan sedekah pada sektor ekonomi yang produktif. BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan yang inklusif, akuntabel, dan berfokus pada dampak sosial yang nyata bagi komunitas mustahik di seluruh Indonesia. Sumber: Rilis resmi BAZNAS RI, "BAZNAS dan BCA Syariah Perkuat Pemberdayaan UMKM Mustahik melalui Penyaluran Modal Usaha dan Pelatihan", dipublikasikan pada 23 Desember 2025.
BERITA24/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Wujudkan Hunian Layak, BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Bedah Rumah Bapak Kateman di Desa Wonoketro
Wujudkan Hunian Layak, BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Bedah Rumah Bapak Kateman di Desa Wonoketro
BAZNAS NEWS – Kebahagiaan terpancar dari raut wajah Bapak Kateman, seorang warga Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni, kini mendapat bantuan renovasi total melalui program Bedah Rumah yang diinisiasi oleh BAZNAS Ponorogo. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menyediakan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan ini disambut haru oleh keluarga dan warga sekitar yang menyaksikan langsung proses transformasi hunian tersebut. Pemberian bantuan bedah rumah kepada Bapak Kateman merupakan bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak jangka panjang. Berikut adalah analisis dampak dari zakat yang dihimpun: Transformasi Ekonomi: Zakat tidak hanya diberikan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dalam bentuk aset (rumah), yang meningkatkan kualitas hidup penerima secara permanen. Ketepatan Sasaran (Mustahik): Penyaluran kepada warga seperti Bapak Kateman menunjukkan bahwa sistem verifikasi BAZNAS berfungsi dengan baik, memastikan dana umat jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan (Al-Masakin). Multiplier Effect: Dengan rumah yang layak, kesehatan keluarga terjaga, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan anggota keluarga di masa depan. Sementara itu, dalam perspektif Islam, zakat bukanlah sekadar sumbangan sukarela, melainkan kewajiban yang memiliki fungsi redistribusi kekayaan. Allah SWT secara tegas mengatur siapa saja yang berhak menerima manfaat dari zakat agar tercipta keadilan sosial. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 60: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." Ayat ini menjadi landasan kuat bagi BAZNAS Ponorogo bahwa dana yang dikelola harus bermuara pada delapan golongan (asnaf) tersebut. Bantuan bedah rumah untuk Bapak Kateman adalah manifestasi dari pemenuhan hak orang miskin agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sesuai dengan syariat Islam. Dengan pengelolaan yang amanah, BAZNAS Ponorogo terus membuktikan bahwa zakat adalah instrumen paling efektif dalam menjaga solidaritas sosial dan mempersempit jurang kesenjangan di masyarakat.***
BERITA23/12/2025 | Intan Gandhini
HARU! BAZNAS Ponorogo Kembali Gencarkan Bantuan Biaya Hidup Bagi 335 Duafa, Ibu Bari Salah Satu Penerimanya
HARU! BAZNAS Ponorogo Kembali Gencarkan Bantuan Biaya Hidup Bagi 335 Duafa, Ibu Bari Salah Satu Penerimanya
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu. Memasuki penghujung tahun, tepatnya di bulan Desember ini, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada ratusan penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Bumi Reog. Salah satu penerima manfaat yang mendapat kunjungan dan bantuan adalah Ibu Bari, seorang lansia yang tinggal di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Di usianya yang senja, bantuan ini hadir sebagai angin segar untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Menjangkau Ratusan Jiwa di Bulan Desember Penyaluran bantuan kepada Ibu Bari merupakan bagian dari program rutin bulanan BAZNAS Ponorogo. Berdasarkan data yang dihimpun, total terdapat 335 orang duafa yang menjadi sasaran santunan pada periode Desember ini. Program ini dirancang sebagai bentuk jaring pengaman sosial bagi warga yang tidak lagi memiliki penghasilan tetap atau mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bantuan berupa uang tunai maupun logistik ini diharapkan dapat menjaga martabat para duafa agar tetap bisa hidup layak. Harapan untuk Masa Depan BAZNAS Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, peran BAZNAS dinilai sangat krusial dalam membantu tugas pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan. Kehadiran BAZNAS menjadi jembatan antara para muzakki dengan para mustahik secara transparan dan tepat sasaran. Ke depannya, diharapkan BAZNAS Ponorogo terus bertransformasi menjadi lembaga yang lebih inovatif dan akuntabel. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kepercayaan masyarakat, BAZNAS diharapkan tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menginisiasi program pemberdayaan ekonomi agar para duafa dapat mandiri di masa depan. Keberadaan BAZNAS selama ini telah membuktikan bahwa sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan tata kelola profesional dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial di masyarakat.***
BERITA23/12/2025 | Intan Gandhini
BAZNAS RI Menguatkan Langkah Kemanusiaan dan Rehabilitasi Pasca Bencana di Sumatra dalam Menyambut Bulan Ramadhan
BAZNAS RI Menguatkan Langkah Kemanusiaan dan Rehabilitasi Pasca Bencana di Sumatra dalam Menyambut Bulan Ramadhan
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia meningkatkan upaya kemanusiaan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra. Langkah ini digambarkan sebagai perpaduan antara peningkatan nilai ibadah dan pelayanan sosial kepada komunitas yang masih dalam proses pemulihan pasca-bencana. Program yang dilakukan oleh BAZNAS mencakup perluasan distribusi bantuan logistik keluarga, dukungan layanan kesehatan dasar, dan pendampingan sosial-ekonomi bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor. Inisiatif ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak menjelang Ramadhan, memungkinkan penyintas untuk menjalani ibadah dengan sejahtera dan tenteram. Untuk menjalankan program ini, BAZNAS memastikan koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah, jaringan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, serta relawan tanggap bencana agar bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran. Pendekatan terpadu ini menjadi landasan bagi BAZNAS untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam distribusi bantuan. BAZNAS mendorong masyarakat, lembaga filantropi, dan sektor usaha untuk bersatu dalam memperkuat solidaritas sosial selama bulan suci Ramadhan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperluas dampak bantuan kemanusiaan dan mempercepat proses pemulihan komunitas yang masih berjuang pasca-gempa. Melalui langkah ini, BAZNAS RI menegaskan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat serta memperkuat ketahanan sosial di tengah tantangan kemanusiaan. Sumber: Rilis resmi Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia, "Sambut Ramadhan, BAZNAS RI Perkuat Aksi Kemanusiaan dan Pemulihan Pascabencana di Sumatra," 17 Desember 2025.
BERITA19/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Siswa SMPN 4 Sidoarjo Kumpulkan Rp12,9 Juta untuk Bantuan Sumatera
Siswa SMPN 4 Sidoarjo Kumpulkan Rp12,9 Juta untuk Bantuan Sumatera
Title: Gerakan Kemanusiaan SMPN 4 Sidoarjo: Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Mencapai Rp129 Juta Content: Sidoarjo – 18 Desember 2025, Jarak ribuan kilometer antara Sidoarjo dan Sumatera tidak menghalangi kepedulian terhadap sesama. SMPN 4 Sidoarjo menggalang dana untuk membantu korban bencana di Sumatera, menanamkan nilai-nilai karakter dan kepedulian sosial sejak dini. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Lilik Sulistyowati, seluruh komunitas sekolah, dari siswa hingga staf, bergabung dalam gerakan "Peduli Bencana Sumatera". Kesungguhan terlihat saat para siswa antre untuk menyumbangkan donasi dengan penuh antusiasme. Pendidikan Karakter Melalui Aksi Nyata Kepala Sekolah SMPN 4 Sidoarjo, Lilik Sulistyowati, mengungkapkan kebanggaannya atas respons cepat para siswa. "Bantuan ini adalah manifestasi nyata dari pendidikan karakter. Kami ingin siswa kami tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga peduli terhadap orang lain. Semoga donasi ini meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera," ujarnya. Semangat gotong royong menghasilkan total donasi mencapai Rp12.955.000, mencerminkan empati SMPN 4 Sidoarjo terhadap sesama yang tertimpa musibah. Penyaluran Melalui BAZNAS Sidoarjo Untuk memastikan penyaluran yang aman dan profesional, sekolah bekerja sama dengan BAZNAS Sidoarjo. Perwakilan sekolah menyerahkan dana tersebut langsung ke kantor BAZNAS Sidoarjo untuk memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan. BAZNAS Sidoarjo mengapresiasi langkah SMPN 4 sebagai teladan bagi institusi pendidikan lainnya. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti BAZNAS menjamin donasi mencapai korban bencana. Mari Menjadi Bagian dari Solusi Duka Sumatera adalah duka kita semua. BAZNAS Sidoarjo mengajak masyarakat untuk mendoakan dan memberikan dukungan melalui "Dompet Bencana dan Kemanusiaan". Salurkan Kepedulian Anda melalui: Bank Syariah Indonesia (BSI): 4488888008 a.n. BAZNAS SIDOARJO Bank Central Asia (BCA): 8292799992 a.n. BAZNAS SIDOARJO Penting: Mohon sertakan kode unik 25 (contoh: Rp100.025) untuk identifikasi donasi bencana. Layanan Informasi & Konsultasi: WhatsApp: 085-943-638-999 Donasi Digital: kabsidoarjo.baznas.go.id Setiap sumbangan adalah harapan. Setiap doa adalah kekuatan bagi saudara-saudara kita untuk bangkit.
BERITA18/12/2025 | sudrab
BAZNAS Indonesia Meluncurkan Kampung Zakat dan Balai Ternak Baru di Kuningan
BAZNAS Indonesia Meluncurkan Kampung Zakat dan Balai Ternak Baru di Kuningan
BAZNAS Republik Indonesia telah melakukan peresmian Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sebagai upaya untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas ekonomi mustahik melalui akses pemberdayaan yang berkelanjutan. Kampung Zakat akan berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal yang menyediakan pelatihan usaha, pemasaran produk UMKM, serta bantuan modal dan fasilitas lainnya bagi pelaku usaha kecil. Sementara itu, Balai Ternak diharapkan dapat meningkatkan produksi peternakan untuk memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga mustahik di sekitarnya. BAZNAS RI bekerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya untuk memastikan pengelolaan fasilitas ini secara profesional dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat memajukan kesejahteraan masyarakat secara terintegrasi. Program Kampung Zakat dan Balai Ternak merupakan bagian dari strategi BAZNAS untuk meningkatkan peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan produktif dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. BAZNAS RI menyakini bahwa pemberdayaan melalui fasilitas produktif ini memiliki potensi jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan dan melibatkan masyarakat dalam pembangunan ekonomi lokal. Dengan pendekatan akuntabel dan terukur, diharapkan manfaat dari program ini akan dirasakan langsung oleh penerima manfaat dan berkontribusi pada pembangunan sosial yang inklusif. **Sumber:** Rilis resmi BAZNAS RI, "BAZNAS RI Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan", dipublikasikan 16 Desember 2025.
BERITA17/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Mataram
Wujudkan Mimpi Siswa, BAZNAS Ponorogo Hadirkan Senyum di SMPN 5 Ponorogo
Wujudkan Mimpi Siswa, BAZNAS Ponorogo Hadirkan Senyum di SMPN 5 Ponorogo
BAZNAS NEWS – Harapan baru menyelimuti aula Masjid Al Ishlah SMPN 5 Ponorogo pada Selasa (16/12/2025). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo hadir memenuhi undangan sekolah dalam agenda penyerahan bantuan biaya pendidikan yang ditujukan bagi siswa-siswi berprestasi namun terkendala ekonomi. Kehadiran pimpinan BAZNAS Ponorogo menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam memutus rantai kemiskinan. Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., hadir secara langsung didampingi oleh staf pelaksana, Asyhar Hudaya, S.H., untuk memastikan dukungan tersebut sampai ke tangan yang tepat. Dalam suasana yang hangat di dalam masjid sekolah, Ibu Yuni memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak berkecil hati dengan keterbatasan yang ada. "Zakat dan infak yang dikelola BAZNAS hadir untuk memastikan tidak ada anak Ponorogo yang berhenti bermimpi karena kendala biaya. Gunakan bantuan ini sebagai pemacu semangat untuk belajar lebih giat lagi," pesan Ibu Yuni Ahad Diana di sela-sela acara. Agenda ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendukung program pemerintah daerah untuk mencetak generasi unggul. Pihak SMPN 5 Ponorogo menyambut baik langkah nyata ini, mengingat bantuan biaya pendidikan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan proses belajar mengajar siswa. Penyerahan secara simbolis yang dilakukan di Masjid Al Ishlah ini menjadi simbol bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan institusi pendidikan dapat menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.***
BERITA17/12/2025 | Intan Gandhini
Putus Mata Rantai Stunting, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan untuk Keluarga Berisiko Melalui Dinas KB
Putus Mata Rantai Stunting, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan untuk Keluarga Berisiko Melalui Dinas KB
BAZNAS NEWS – Langkah konkret dalam menyelamatkan generasi masa depan terus digencarkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo. Pada Rabu (17/12/2025), BAZNAS Ponorogo secara resmi menyerahkan bantuan dana kegiatan yang disalurkan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB/Dinas KB) Kabupaten Ponorogo. Bantuan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS). Prosesi penyerahan bantuan dilakukan langsung di Kantor BAZNAS Ponorogo, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Bumi Reog. Pihak BAZNAS Ponorogo menyatakan bahwa dukungan dana ini merupakan optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk sektor kesehatan. Melalui kolaborasi dengan Dinas KB, bantuan ini diharapkan dapat menjangkau lapisan keluarga paling rentan melalui intervensi nutrisi dan pendampingan pola asuh. "Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik, tapi masalah masa depan bangsa. BAZNAS hadir untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan hak nutrisi yang layak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh," ungkap perwakilan pimpinan BAZNAS. Intervensi yang dilakukan BAZNAS Ponorogo ini memiliki urgensi yang sangat tinggi berdasarkan beberapa analisis strategis: Bonus Demografi yang Berkualitas: Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, Ponorogo membutuhkan sumber daya manusia yang kompetitif. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko penurunan kemampuan kognitif dan produktivitas di masa dewasa. Jika tidak ditangani sekarang, beban ekonomi daerah di masa depan akan meningkat. Korelasi Kemiskinan dan Akses Gizi: Banyak keluarga risiko stunting di Ponorogo berasal dari kalangan ekonomi rendah yang kesulitan mengakses protein hewani dan sanitasi layak. Di sinilah peran BAZNAS sebagai social safety net (jaring pengaman sosial) menjadi jembatan antara dana umat dan pemenuhan gizi masyarakat miskin. Intervensi Spesifik pada 1.000 HPK: Stunting bersifat permanen jika tidak diintervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Bantuan dana melalui Dinas KB memungkinkan pemantauan yang lebih teknis dan tepat sasaran terhadap ibu hamil dan balita di keluarga berisiko. Sinergi Lintas Sektor: Pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri. Kehadiran BAZNAS membuktikan bahwa penanganan stunting di Ponorogo telah menjadi gerakan gotong royong (kolaborasi inklusif), yang akan mempercepat pencapaian target penurunan prevalensi stunting nasional. Langkah Nyata untuk Generasi Unggul Dengan penyerahan bantuan ini, diharapkan Dinas KB dapat segera mengimplementasikan program-program lapangan yang berdampak langsung pada perbaikan status gizi anak-anak di Ponorogo. Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang profesional dapat menyentuh akar permasalahan sosial dan kesehatan di masyarakat.***
BERITA17/12/2025 | Intan Gandhini
Tunjang Praktik Ibadah, BAZNAS Ponorogo Fasilitasi Alat Peraga Pemulasaran Jenazah untuk MTs Al-Kautsar
Tunjang Praktik Ibadah, BAZNAS Ponorogo Fasilitasi Alat Peraga Pemulasaran Jenazah untuk MTs Al-Kautsar
BAZNAS NEWS – Kepedulian terhadap pendidikan karakter dan keagamaan kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo. Pada Rabu (17/12/2025), BAZNAS Ponorogo secara resmi menyerahkan bantuan berupa satu unit patung torso kepada MTs Al-Kautsar, Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Kantor BAZNAS Ponorogo dan diterima langsung oleh perwakilan pihak madrasah. Bantuan ini dimaksudkan sebagai sarana penunjang praktik pemulasaran jenazah bagi siswa-siswi di sekolah yang terletak di wilayah pegunungan Ngrayun tersebut. Meningkatkan Keterampilan Fardu Kifayah Bantuan alat peraga ini merupakan respon BAZNAS terhadap kebutuhan institusi pendidikan dalam memberikan pengajaran yang lebih konkret. Dengan adanya patung torso ini, para siswa MTs Al-Kautsar tidak hanya belajar teori secara tekstual, tetapi dapat mempraktikkan langsung tata cara memandikan hingga mengkafani jenazah dengan lebih representatif. "Pelajaran mengenai pemulasaran jenazah adalah bagian dari fardu kifayah yang sangat penting di masyarakat. Kami berharap bantuan ini memudahkan para guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih terampil saat terjun ke lingkungan masyarakat nantinya," ujar pihak pimpinan BAZNAS Ponorogo di sela penyerahan. Menjangkau Pelosok untuk Pendidikan Unggul Dipilihnya MTs Al-Kautsar yang berlokasi di Baosan Kidul, Ngrayun, menunjukkan bahwa distribusi manfaat zakat oleh BAZNAS Ponorogo menyentuh hingga ke wilayah pelosok. Jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi BAZNAS untuk terus mendukung sarana prasarana pendidikan keagamaan. Pihak MTs Al-Kautsar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam. Bantuan ini dinilai sangat berharga, mengingat selama ini praktik pemulasaran jenazah di madrasah seringkali terkendala oleh keterbatasan alat peraga yang memadai.***
BERITA17/12/2025 | Intan Gandhini
HEBAT! Pemkab Ponorogo Lindungi Guru dan Pegawai Non-PNS dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Skema BAZNAS
HEBAT! Pemkab Ponorogo Lindungi Guru dan Pegawai Non-PNS dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Skema BAZNAS
BAZNAS NEWS – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam memberikan perlindungan sosial bagi tenaga pendidik dan kependidikan non-PNS kembali diwujudkan. Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Ponorogo, secara resmi bekerja sama dalam program jaminan sosial bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Dindik Ponorogo. Program kolaboratif yang didanai melalui skema BAZNAS ini diselenggarakan di ruang pertemuan Restomu Ponorogo pada Rabu (10/12/2025). Kesepakatan Lintas Lembaga untuk Kesejahteraan Acara penandatanganan program ini dihadiri oleh jajaran tinggi dari ketiga lembaga. Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, hadir Drs. Nurhadi Hanuri, M.M., selaku Kepala Dinas Pendidikan, didampingi oleh Sekretaris Dinas. Sementara itu, BAZNAS Ponorogo diwakili langsung oleh Ketua, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., beserta Wakil Ketua dan staf. Program ini menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berfokus pada kesejahteraan dan perlindungan pekerja sektor pendidikan. "Program ini adalah wujud nyata kolaborasi pentahelix yang menyentuh langsung aspek kesejahteraan guru dan pegawai non-PNS kami. Dengan iuran yang didukung penuh oleh BAZNAS, GTT dan PTT kini memiliki jaminan sosial yang mumpuni," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Nurhadi Hanuri, M.M., dalam sambutannya. Manfaat Ganda dari Perlindungan Jaminan Sosial Dari pihak BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Ponorogo, hadir Bapak Dony Eko Setiawan, selaku Kepala Kantor Cabang. Beliau menyambut baik inisiatif ini dan menjelaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial. "Melalui kerja sama ini, GTT dan PTT akan mendapatkan perlindungan dasar yang sangat krusial, memastikan mereka dan keluarga mendapatkan santunan jika terjadi risiko saat menjalankan tugas," jelas Bapak Dony Eko Setiawan. Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan umat. "Dana zakat yang diamanahkan masyarakat Ponorogo kini kami salurkan untuk memastikan para pahlawan pendidikan kita bisa bekerja dengan tenang. Ini adalah investasi sosial yang sangat bernilai, di mana BAZNAS bertindak sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk melindungi para GTT dan PTT," tutupnya. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi kabupaten/kota lain dalam memanfaatkan dana ZIS untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan di sektor publik.***
BERITA10/12/2025 | Intan Gandhini
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ponorogo.

Lihat Daftar Rekening →