WhatsApp Icon
Bantu Pasien Kurang Mampu, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan Biaya Berobat Warga Sukorejo

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat dalam membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis mendesak. BAZNAS Ponorogo menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada keluarga dari ananda Olivia Nuroktavia Abidah, seorang warga kurang mampu asal RT 02 RW 02, Dukuh Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Sucipto, selaku Staf Pelaksana BAZNAS Ponorogo, kepada ibu dari Olivia di kantor BAZNAS Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (22/10/2026).

Diketahui, Olivia Nuroktavia Abidah saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif akibat menderita penyakit demam berdarah (dengue fever) di rumah sakit. Bantuan melalui program BAZNAS Ponorogo Sehat ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga serta menunjang proses kesembuhan ananda Olivia.

Staf Pelaksana BAZNAS Ponorogo, Sucipto, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.

"Kami menyerahkan bantuan biaya pengobatan bagi ananda Olivia Nuroktavia Abidah yang sedang berjuang melawan demam berdarah. Semoga bantuan ini bermanfaat, meringankan beban keluarga, dan ananda Olivia segera diberikan kesembuhan serta dapat beraktivitas kembali seperti sediakala," ujar Sucipto saat penyerahan bantuan.

Pihak keluarga penerima manfaat pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Ponorogo serta para donatur atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan di saat masa-masa sulit ini.***

22/10/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
Pimpinan BAZNAS Ponorogo Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Aloon-Aloon

BAZNASS NEWS – Jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung khidmat di Aloon-Aloon Ponorogo, Kamis (22/10/2026).

Kelima pimpinan BAZNAS Ponorogo hadir lengkap mengenakan busana khas Hari Santri, bergabung bersama ribuan santri, elemen masyarakat, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Ponorogo.

Seusai pelaksanaan upacara, Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., menyampaikan refleksi mendalam mengenai momentum Hari Santri Nasional tahun ini. Menurutnya, HSN 2026 bukan sekadar agenda seremoni tahunan, melainkan ajang perenungan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini hendaknya menjadi sarana perenungan bagi kita semua tentang apa makna santri yang sesungguhnya. Santri tidak hanya diidentikkan dengan mereka yang menimba ilmu di pesantren, tetapi juga tentang nilai keikhlasan, kemandirian, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan agama," ujar Bapak Sukarni.

Lebih lanjut, Bapak Sukarni menekankan pentingnya peran BAZNAS dalam mendukung keberlanjutan dan kemajuan para santri di era modern saat ini. BAZNAS Ponorogo berkomitmen untuk terus hadir mendampingi program-program pemberdayaan santri, baik dari sektor pendidikan maupun kemandirian ekonomi.

"Melalui momentum ini, kita juga kembali berefleksi: apa peran nyata BAZNAS untuk para santri saat ini? Kami di BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program berbasis zakat, infak, dan sedekah yang berdampak langsung—seperti beasiswa santri berprestasi, bantuan santri kurang mampu, hingga program kewirausahaan pesantren. Kami ingin memastikan santri tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga sejahtera dan mandiri secara ekonomi," tambahnya.

Upacara Peringatan HSN 2026 di Aloon-Aloon Ponorogo ini berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan, menegaskan kembali semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, dan seluruh santri di Ponorogo untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.***

22/10/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Siap Memberikan Beasiswa untuk 4 Anak Yatim Piatu, Putra Almarhumah Luluatun Nikmah

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib empat anak yang kini menjadi yatim piatu pascamusibah memilukan yang menimpa Lu'luatun Nikmah (38), warga RT 02 RW 02, Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Pada Rabu (21/10/2026), jajaran pimpinan BAZNAS Ponorogo yaitu Waka I Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., Waka II Bapak Bahrun Nasikin, S.Ag., M.A., dan Waka IV Bapak Suyitno, S.H.I., M.A., bersama Plt. Bupati Ponorogo Bunda Hj. Lisdyarita, S.H., dan Kapolres Ponorogo mendatangi langsung rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus menyalurkan bantuan awal serta komitmen pendampingan pendidikan berupa beasiswa.

Kisah almarhumah Lu'luatun Nikmah sempat viral dan memantik empati publik setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motor saat sedang membonceng anak bungsunya. Momen tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar dan jagat maya, terlebih keempat anak almarhumah yang masih berusia belia kini harus kehilangan kedua orang tua mereka. Diketahui, sang suami telah lebih dahulu berpulang menghadap Sang Pencipta sekitar satu tahun yang lalu.

Waka II BAZNAS Ponorogo, Bapak Bahrun Nasikin, S.Ag., M.A., menyatakan bahwa jaminanan keberlangsungan pendidikan bagi keempat anak almarhumah menjadi prioritas utama. BAZNAS Ponorogo memastikan siap memberikan biaya pendidikan (beasiswa) seluruh anak almarhumah agar mereka tetap dapat meraih masa depan dan melanjutkan cita-citanya tanpa terkendala biaya.

"Kami sangat prihatin dan tersentuh dengan musibah yang menimpa keluarga almarhumah Ibu Lu'luatun Nikmah. Kehadiran kami di rumah duka ini adalah untuk memastikan bahwa keempat anak almarhumah tidak berjuang sendirian. BAZNAS Ponorogo siap memberikan beasiswa pendidikan agar masa depan anak-anak ini tetap terjamin," ujar Bapak Waka II BAZNAS Ponorogo.

Bantuan beasiswa ini nantinya akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang sedang maupun yang akan ditempuh oleh masing-masing anak. BAZNAS Ponorogo juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendoakan almarhumah dan memberikan dukungan moral maupun materiil bagi tumbuh kembang keempat anak yatim piatu tersebut.***

21/10/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Raih Penghargaan Bergengsi Tingkat Jawa Timur Tahun 2026

BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Bertempat dalam agenda Pra-Rakorda BAZNAS Jawa Timur 2026 di Surabaya, BAZNAS Ponorogo resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 10 BAZNAS Kabupaten/Kota Terbaik se-Jawa Timur dalam upaya peningkatan kesejahteraan pekerja, pada Selasa (20/10/2026).

Penghargaan tersebut secara simbolis diterima oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak H. Sukarni, S.Sos., M.M. Penghargaan yang diberikan berupa piagam bertajuk: "Apresiasi BAZNAS atas dukungan peningkatan kesejahteraan pekerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan. 10 terbaik kabupaten/kota se jawa timur".

Pemberian penghargaan ini didasarkan pada kontribusi nyata dan proaktif BAZNAS Ponorogo dalam menginisiasi serta mendukung kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di wilayah Ponorogo, yang berdampak langsung pada perlindungan dan kesejahteraan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Ponorogo, Bapak H. Sukarni, S.Sos., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas pencapaian ini.

"Kami di BAZNAS Ponorogo merasa sangat bersyukur dan terhormat menerima apresiasi ini. Penghargaan ini bukanlah hasil kerja keras kami semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi yang luar biasa. Utamanya, kami ingin menegaskan bahwa pencapaian ini adalah berkat kepercayaan yang luar biasa dari para Muzakki, Bapak dan Ibu yang dermawan, yang telah mengamanahkan sebagian hartanya untuk berzakat di BAZNAS Ponorogo. Dukungan dan kepercayaan inilah yang menjadi ruh dari setiap program kesejahteraan yang kami jalankan," ujar Sukarni.

Lebih lanjut, Sukarni menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung.

"Atas nama seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Ponorogo, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua Muzakki, para donatur, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder yang tidak pernah lelah mendukung misi kami dalam memberdayakan dan menyejahterakan umat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas arahan dan pembinaannya, serta penghargaan ini yang akan menjadi pemacu semangat kami. Kami berkomitmen untuk terus menjaga amanah ini dan berinovasi untuk memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat Ponorogo," pungkasnya.

Prestasi ini mengukuhkan posisi BAZNAS Ponorogo sebagai lembaga pengelola zakat yang akuntabel, inovatif, dan berfokus pada dampak kesejahteraan nyata di masyarakat.***

20/10/2026 | Kontributor: Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Hadiri Pra-Rakorda BAZNAS Jatim 2026, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

BAZNAS NEWS – Dalam upaya memperkuat tata kelola dan sinergi pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Jawa Timur, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Ponorogo, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., bersama Wakil Ketua III, Bapak Choirul Anam, S.H.I., menghadiri agenda penting Pra-Rapat Koordinasi Daerah (Pra-Rakorda) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, pada Selasa-Rabu (20-21 Oktober 2026).

Acara yang berlangsung di Surabaya ini menjadi ajang strategis bagi BAZNAS tingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk menyelaraskan visi, program, dan target pengelolaan zakat untuk tahun mendatang. Pra-Rakorda kali ini mengusung tema "Menebar Manfaat, Menguatkan Umat," yang mencerminkan komitmen kolektif lembaga zakat untuk mengoptimalkan dampak dana umat bagi kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran pimpinan BAZNAS Ponorogo menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung program-program BAZNAS Jatim dan berpartisipasi aktif dalam perumusan kebijakan pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

"Pra-Rakorda ini sangat krusial untuk memastikan bahwa program-program yang akan kami jalankan di BAZNAS Ponorogo selaras dengan arah kebijakan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Ini adalah bentuk sinergi untuk memaksimalkan potensi zakat demi menguatkan umat," ujar Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., seusai acara.

Senada dengan Ketua, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pelaporan, Bapak Choirul Anam, S.H.I., menambahkan bahwa koordinasi ini juga penting untuk penyesuaian target dan pelaporan yang lebih transparan dan akuntabel. "Kita ingin memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun, manfaatnya benar-benar terasa di tengah masyarakat, khususnya di wilayah kita," jelasnya.

Melalui keikutsertaan dalam Pra-Rakorda ini, BAZNAS Ponorogo optimis dapat meningkatkan kinerja penghimpunan dan pendistribusian zakat secara lebih efektif, efisien, dan berdampak luas bagi kemaslahatan umat.***

20/10/2026 | Kontributor: Intan Gandhini

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi dan Kepedulian, BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Sembako dalam Program “Bunga Desa” di Desa Selur
Perkuat Sinergi dan Kepedulian, BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Sembako dalam Program “Bunga Desa” di Desa Selur
BAZNAS NEWS – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar program “Bunga Desa” (Bunda Ngantor di Desa) sebagai langkah konkret meningkatkan sinergi, pemahaman, serta keterlibatan langsung perangkat daerah terhadap kondisi masyarakat pedesaan. Agenda kali ini dipusatkan di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, pada Jumat (11/9/2026) mulai pukul 14.30 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ponorogo. Hadir mendampingi agenda ini, BAZNAS Kabupaten Ponorogo turut menyalurkan bantuan paket sembako bagi warga sekitar yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial. Kehadiran BAZNAS Ponorogo diwakili langsung oleh Wakil Ketua II H. Bahrun Nasikin, Wakil Ketua III H. Choirul Anam, Kepala Pelaksana Nur Arifin, serta sejumlah staf pelaksana. Wakil Ketua II BAZNAS Ponorogo, H. Bahrun Nasikin, menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS dalam program Bunga Desa merupakan upaya mempercepat penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus menyapa warga di wilayah pelosok. "Melalui momentum Bunga Desa ini, kami ingin memastikan amanah para muzakki hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Desa Selur. Sinergi bersama Pemkab Ponorogo ini menjadi kunci utama agar program kemanusiaan dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas dan merata," ujar H. Bahrun Nasikin. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung hangat dan mendapat sambutan positif dari warga setempat. Kolaborasi lintas jajaran ini diharapkan semakin memperkuat komitmen penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ponorogo.***
BERITA11/09/2026 | Intan Gandhini
Wujudkan Hunian Aman, BAZNAS Ponorogo Turut Salurkan Bantuan Relokasi Korban Longsor Desa Wates
Wujudkan Hunian Aman, BAZNAS Ponorogo Turut Salurkan Bantuan Relokasi Korban Longsor Desa Wates
BAZNAS NEWS – Penyerahan bantuan relokasi hunian bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo resmi disalurkan, pada Rabu (09/09/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi dan kepedulian bersama dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut. Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., bersama seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Ponorogo, BPBD Ponorogo, serta segenap jajaran pemerintah daerah dan desa setempat. BAZNAS Ponorogo hadir mengulurkan tangan dengan menyalurkan bantuan dana stimulan agar proses pembangunan relokasi hunian dapat segera terealisasi dan ditempati oleh warga. Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo, H. Sukarni, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk rasa empati dan solidaritas kolektif dari seluruh masyarakat Ponorogo. "Bantuan ini pada hakikatnya adalah gerak hati seluruh warga Ponorogo yang turut merasakan duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Wates. Tentu, ini semua dapat terwujud berkat kepedulian dan keikhlasan para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Kami berharap bantuan ini mempercepat hadirnya hunian yang layak dan aman bagi para korban," ujar H. Sukarni. Sementara itu, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor antara BAZNAS, BPBD, dan seluruh elemen pemerintah. Dukungan ini diharapkan mampu mengembalikan semangat warga terdampak untuk kembali bangkit dan menata kehidupan yang lebih baik.***
BERITA09/09/2026 | Intan Gandhini
Lanjutkan Estafet Kebaikan, BAZNAS Ponorogo Gelar Pisah Kenal Pimpinan Periode 2021-2026 dan 2026-2031
Lanjutkan Estafet Kebaikan, BAZNAS Ponorogo Gelar Pisah Kenal Pimpinan Periode 2021-2026 dan 2026-2031
BAZNAS NEWS – Suasana penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan mewarnai acara pisah kenal Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (08/09/2026). Agenda purna tugas dan penyambutan kepengurusan baru ini menjadi momen penting dalam menjaga keberlanjutan tata kelola zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo periode 2021-2026, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Ponorogo periode 2026-2031 yang resmi melanjutkan estafet kepemimpinan. Turut hadir menyaksikan prosesi ini Kepala Bagian Kesra (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Ponorogo, Kepala Pelaksana BAZNAS, serta seluruh jajaran staf BAZNAS Ponorogo. Dalam sambutannya, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan staf BAZNAS Ponorogo yang telah bekerja keras dan bersinergi selama masa khidmatnya. Ia memberikan pesan penguat dan kalimat dukungan penuh bagi jajaran pimpinan yang baru. "Amanah ini adalah tanggung jawab mulia yang membutuhkan komitmen penuh. Kami meyakini, di bawah kepemimpinan pimpinan baru periode 2026-2031, BAZNAS Ponorogo akan semakin solid, inovatif, dan terus membawa kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Teruslah berinovasi agar BAZNAS Ponorogo dapat berkembang menjadi jauh lebih baik lagi di masa depan," ujar KH. Kholid. Sementara itu, jajaran pimpinan baru BAZNAS Ponorogo periode 2026-2031 menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program kebaikan yang telah terbangun kokoh serta siap menghadirkan terobosan anyar demi kesejahteraan muzaki dan mustahik di Ponorogo. Kehadiran Kabag Kesra Setda Ponorogo dalam acara ini turut mempertegas dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran BAZNAS di tengah masyarakat.***
BERITA08/09/2026 | Intan Gandhini
SAH! Plt Bupati Ponorogo Melantik 5 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031
SAH! Plt Bupati Ponorogo Melantik 5 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031
BAZNAS NEWS — Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Selasa (01/09/2026) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, S.H., secara resmi melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo untuk periode tahun 2026-2031. Pelantikan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola zakat di wilayah Ponorogo selama lima tahun ke depan. Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kelima pimpinan BAZNAS Ponorogo yang dilantik telah melalui proses seleksi yang ketat dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi kemajuan zakat di Ponorogo. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Hj. Lisdyarita juga menyampaikan harapan besar agar BAZNAS Ponorogo semakin baik dalam lima tahun ke depan. Ia berharap BAZNAS dapat menjadi lembaga yang mandiri, tepercaya, dan profesional dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat Ponorogo. Selain itu, BAZNAS juga diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelima pimpinan BAZNAS Ponorogo yang dilantik adalah: Ketua: H. Sukarni, S.Sos., M.M Wakil Ketua I: Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E Wakil Ketua II: H. Bahrun Nasikin, S.Ag., M.A Wakil Ketua III: H. Choirul Anam, S.H.I Wakil Ketua IV: H. Suyitno, S.H.I., M.A Semoga dengan kepemimpinan yang baru, BAZNAS Ponorogo dapat semakin meningkatkan kinerjanya dalam mengelola zakat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Ponorogo. Selamat bertugas!***
BERITA01/09/2026 | Intan Gandhini
SELAMAT DAN SUKSES! Pimpinan BAZNAS Ponorogo Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
SELAMAT DAN SUKSES! Pimpinan BAZNAS Ponorogo Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
5 Orang terpilih sebagai Pimpinan BAZNAS Ponorogo telah resmi dilantik hari ini. Selamat dan sukses, semoga amanah dalam menjalankan tugas.
BERITA01/09/2026 | Intan Gandhini
Uluran Tangan BAZNAS Ponorogo untuk Bu Suminem, Pejuang Kanker Serviks Asal Tonatan
Uluran Tangan BAZNAS Ponorogo untuk Bu Suminem, Pejuang Kanker Serviks Asal Tonatan
BAZNAS NEWS – Bentuk kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan BAZNAS Kabupaten Ponorogo. Kali ini, uluran tangan disalurkan kepada Ibu Suminem, warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, yang tengah berjuang melawan penyakit kanker serviks stadium 1A. Ibu Suminem kini hanya tinggal berdua bersama sang suami. Kondisi ekonomi keluarga semakin berat lantaran sang suami sudah tidak lagi memiliki penghasilan. Di tengah keterbatasan tersebut, kebutuhan biaya operasional untuk menjalani pengobatan medis menjadi beban yang sangat menghimpit. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Ponorogo hadir memberikan bantuan biaya operasional pengobatan untuk meringankan beban keluarga. Bantuan ini dialokasikan khusus untuk menunjang proses berobat dan transportasi medis Ibu Suminem ke RSUD dr. Moewardi Surakarta. Program BAZNAS Ponorogo peduli kesehatan ini diharapkan dapat menjadi penyambung asa bagi Ibu Suminem agar tetap fokus dan lancar dalam menjalani setiap tahapan terapi medis yang dijadwalkan oleh tim dokter. Keluarga besar BAZNAS Ponorogo turut memanjatkan doa terbaik bagi Ibu Suminem. Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta kelancaran dan kemudahan dalam setiap proses penanganan medis di RSUD dr. Moewardi, hingga akhirnya diberikan kesembuhan yang sempurna oleh Allah SWT. Amin.***
BERITA20/07/2026 | Intan Gandhini
Langkah Konkret BAZNAS Ponorogo: Ubah Modal Kecil Jadi Ketahanan Ekonomi Keluarga
Langkah Konkret BAZNAS Ponorogo: Ubah Modal Kecil Jadi Ketahanan Ekonomi Keluarga
BAZNAS NEWS – BAZNAS Kabupaten Ponorogo terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat melalui program bantuan modal usaha produktif. Kali ini, kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan berupa gerobak motor dan modal usaha kepada Ibu Boinem, warga Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, pada Senin (20/7/2026). Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Ponorogo, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., di kediaman penerima manfaat. Gerobak motor yang diserahkan tersebut dirancang khusus untuk mendukung usaha keliling Ibu Boinem yang menjajakan aneka sayuran matang dan gorengan. Kepala Pelaksana BAZNAS Ponorogo, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari pilar BAZNAS Kemitraan/Ekononi yang bertujuan memperkuat mata pencaharian masyarakat agar mampu menopang kebutuhan harian secara mandiri. "Kami berharap bantuan sarana usaha ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Ibu Boinem. Meski terlihat sederhana, fasilitas ini diharapkan mampu memperluas jangkauan jualan dan meningkatkan pendapatan keluarga," ujar Bapak Sukarni. Secara sekilas, bantuan berupa gerobak motor mungkin tampak sebagai aset usaha yang berukuran kecil. Namun, jika dilihat dari sudut pandang ekonomi mikro rumah tangga, keberadaan gerobak motor ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi kelangsungan hidup Ibu Boinem dan keluarganya. Secara analisis ekonomi sederhana, bantuan fasilitas mobilitas ini memberikan setidaknya tiga dampak vital: Efisiensi Operasional dan Jangkauan Pasar: Keberadaan gerobak yang terintegrasi dengan sepeda motor meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan jualan Ibu Boinem. Ia tidak lagi terbatas berjualan di satu titik, melainkan bisa menjemput bola mengitari wilayah pemukiman warga dengan lebih cepat dan efisien. Penjagaan Kualitas Dagangan: Dengan etalase kaca yang bersih dan tertutup pada gerobak, kebersihan aneka sayur matang dan gorengan yang dijual lebih terjamin dari debu jalanan. Hal ini meningkatkan daya tarik pembeli dan menjaga kepercayaan pelanggan. Penyambung Nafkah Harian: Modal dan fasilitas ini menjadi mesin penggerak roda ekonomi keluarga. Dari hasil margin keuntungan harian jualan keliling tersebut, Ibu Boinem dapat secara konsisten memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, seperti dapur tetap ngebul, membeli bahan baku jualan kembali, hingga menopang kebutuhan harian keluarga tanpa tergantung pada bantuan konsumtif belaka. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi modal usaha kecil yang tepat sasaran mampu mengubah modal produktif menjadi penopang utama ketahanan ekonomi keluarga di tingkat tapak.***
BERITA20/07/2026 | Intan Gandhini
Raih PTN Impian, Avan Ferdiansyah Hilmi Terima Bantuan Pendidikan dari BAZNAS Ponorogo
Raih PTN Impian, Avan Ferdiansyah Hilmi Terima Bantuan Pendidikan dari BAZNAS Ponorogo
BAZNAS NEWS – Komitmen BAZNAS Kabupaten Ponorogo dalam mendukung generasi muda berprestasi kembali diwujudkan secara nyata. Pada Senin (20/7/2026), BAZNAS Ponorogo menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada Avan Ferdiansyah Hilmi, pemuda berprestasi asal Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo, yang berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dengan didampingi Kepala Pelaksana beserta jajaran staf. Momen haru dan hangat menyelimuti prosesi penyerahan yang berlangsung di kediaman Avan dan disaksikan langsung oleh pihak keluarga. Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk apresiasi serta dorongan moral agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang dalam meraih cita-cita tinggi. "Pendidikan adalah sebuah kebutuhan dasar yang sangat krusial. Keterbatasan ekonomi jangan sampai mematahkan semangat untuk belajar. Selagi kita memiliki niat yang lurus, tekad yang kuat, dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, In syaa Allah jalan menuju kesuksesan akan terbuka," ujar Ibu Yuni di sela-sela penyerahan bantuan. Lebih lanjut, Yuni menepis pandangan keliru di masyarakat yang sering kali mengukur nilai pendidikan hanya dari status atau pekerjaan terpandang yang didapat setelah lulus. Menurutnya, hakikat pendidikan melampaui sekadar orientasi kerja semata. "Pendidikan itu sangat penting. Jangan pernah beranggapan 'buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau tidak mendapat pekerjaan terpandang'. Kita harus membuka cara pandang yang lebih luas: betapa pentingnya investasi pendidikan bagi pembentukan karakter anak dan keberlangsungan generasi mendatang," tegasnya. Bantuan dari BAZNAS Ponorogo ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga memicu motivasi bagi anak-anak muda Ponorogo lainnya untuk terus berjuang menembus pendidikan tinggi, tanpa ragu akan keterbatasan yang ada.***
BERITA20/07/2026 | Intan Gandhini
Berkat Kedermawanan Muzakki, BAZNAS Ponorogo Salurkan Santunan Biaya Hidup untuk Ratusan Dhuafa
Berkat Kedermawanan Muzakki, BAZNAS Ponorogo Salurkan Santunan Biaya Hidup untuk Ratusan Dhuafa
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu. Kali ini, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan biaya hidup yang diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Ponorogo, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M. Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Sadiyem, seorang warga dari Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, yang menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan syukur mendalam. Pemberian bantuan kepada Ibu Sadiyem ini merupakan bagian dari program penyaluran dana zakat yang dilakukan secara masif di wilayah Ponorogo. Secara keseluruhan, terdapat total 356 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah yang mendapatkan haknya dari penyaluran dana zakat ini. Bantuan biaya hidup ini diharapkan dapat menjadi stimulus yang meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari bagi para dhuafa yang membutuhkan. Pihak BAZNAS Ponorogo juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh muzakki (pembayar zakat) yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Berkat kedermawanan dan kepedulian para muzakki, program jaring pengaman sosial ini dapat terealisasi dengan baik. Semoga keberkahan senantiasa menyertai para muzakki, dan dana yang tersalurkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat di Bumi Reog.***
BERITA03/07/2026 | Intan Gandhini
Pemberdayaan Berbasis Umat: Baznas Ponorogo Salurkan Modal Ayam Petelur untuk Gapoktan Margo Tani Utomo
Pemberdayaan Berbasis Umat: Baznas Ponorogo Salurkan Modal Ayam Petelur untuk Gapoktan Margo Tani Utomo
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ponorogo menyalurkan bantuan modal usaha produktif kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Tani Utomo di Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (30/06/2026). Bantuan ini menyasar 32 orang anggota kelompok, di mana masing-masing penerima manfaat mendapatkan 10 ekor ayam petelur berusia 16 minggu beserta satu sak pakan sebagai stimulus awal. Penyerahan bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Baznas Ponorogo, Bapak Kholid, S.Ag., M.Pd., dengan didampingi oleh Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Langkah Baznas ini merupakan strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal, yang secara teori menggeser fungsi zakat dari sekadar konsumtif menjadi produktif. Dipilihnya ayam berusia 16 minggu secara teknis sangat tepat, karena unggas tersebut sudah mendekati usia matang untuk bertelur (sekitar 18 hingga 20 minggu), sehingga penerima manfaat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan arus kas (cash flow) harian dari hasil penjualan telur. Skema ini berpotensi menciptakan ketahanan pangan tingkat rumah tangga sekaligus memberikan tambahan pendapatan berkala yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan di Kecamatan Balong. Namun, jika dibedah secara kritis dari perspektif ekonomi makro dan keberlanjutan (sustainability), bantuan berskala mikro seperti ini menghadapi tantangan besar pada aspek economies of scale (skala ekonomi). Kepemilikan hanya 10 ekor ayam per orang dinilai terlalu kecil untuk dapat bersaing di pasar atau menghasilkan margin keuntungan yang signifikan jika dihitung dengan biaya penyusutan dan risiko kematian ternak. Ketika satu sak pakan bantuan tersebut habis, para peternak mikro ini akan langsung berhadapan dengan fluktuasi harga pakan pabrikan yang cenderung tinggi, yang berisiko menggerus seluruh keuntungan atau bahkan memicu kegagalan usaha jika tidak diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, kunci keberhasilan program ini tidak boleh berhenti pada momentum seremonial penyerahan bantuan semata, melainkan pada tata kelola kolektif pasca-bantuan. Gapoktan Margo Tani Utomo harus mengonsolidasikan seluruh anggotanya agar 320 ekor ayam yang tersebar dapat dikelola dengan sistem korporasi mikro, seperti pembelian pakan secara komunal untuk menekan biaya input dan standardisasi harga jual telur di pasar. Tanpa adanya pendampingan intensif dari Baznas maupun dinas terkait mengenai manajemen risiko, mitigasi penyakit unggas, dan integrasi pasar, dikhawatirkan bantuan modal ini akan habis terkonsumsi dan gagal bertransformasi menjadi pilar kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.***
BERITA01/07/2026 | Intan Gandhini
Investasi Generasi: BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu
Investasi Generasi: BAZNAS Ponorogo Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Pada Selasa (30/06/2026), sebanyak 20 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Kabupaten Ponorogo secara resmi menerima bantuan beasiswa pendidikan. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dengan khidmat di Kantor BAZNAS Ponorogo. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dengan didampingi oleh Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya personal operasional sekolah, seperti pembelian seragam, buku, maupun alat penunjang belajar lainnya. Aspek Hukum Islam Penyaluran ZIS untuk Pendidikan Penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) untuk sektor pendidikan bagi siswa tidak mampu memiliki landasan hukum yang sangat kuat dalam syariat Islam. Secara kontekstual, pentasharrufan (penyaluran) ini dapat dibedakan berdasarkan sumber dananya: Penyaluran dari Dana Zakat (Pendekatan Asnaf): Siswa dari keluarga miskin atau tidak mampu secara langsung masuk ke dalam kategori asnaf Fakir atau Miskin sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60. Mereka berhak menerima zakat (mustahik) karena adanya kebutuhan pokok (hadjatul asliyah) yang belum terpenuhi—dalam hal ini adalah akses pendidikan yang layak. Selain itu, sebagian ulama kontemporer (seperti Yusuf Al-Qaradawi) juga memasukkan penuntut ilmu (tholibul 'ilmi) ke dalam perluasan makna asnaf Fi Sabilillah (berjuang di jalan Allah), mengingat pendidikan adalah pilar utama dalam menjaga izzah (kejayaan) umat Islam. Penyaluran dari Dana Infaq dan Sedekah: Berbeda dengan zakat yang memiliki aturan delapan asnaf secara ketat, dana infaq dan sedekah memiliki sifat yang jauh lebih fleksibel (tasharruf mutlaq). Dana ini dapat disalurkan untuk kemaslahatan umum (mashlahah ammah), termasuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui investasi pendidikan. Melalui bantuan pendidikan ini, BAZNAS Ponorogo tidak hanya sekadar memberikan bantuan konsumtif jangka pendek, melainkan bantuan produktif jangka panjang yang bertujuan mengubah para penerima manfaat (mustahik) di masa depan menjadi pemberi zakat (muzakki). Aura kebahagiaan dan haru terpancar jelas dari wajah para siswa penerima manfaat yang hadir di kantor BAZNAS siang itu. "Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Ponorogo. Bantuan ini benar-benar sangat membantu saya dan orang tua. Jujur, kemarin sempat bingung untuk biaya beli perlengkapan sekolah semester baru karena penghasilan orang tua sedang tidak menentu. Dengan adanya beasiswa ini, beban orang tua saya jadi lebih ringan, dan saya bisa melanjutkan sekolah dengan lebih tenang dan tambah semangat belajar," tutur penerima dengan mata berkaca-kaca. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran mampu menjadi jaring pengaman sosial yang efektif, memastikan anak-anak di Ponorogo tidak harus kehilangan hak belajarnya akibat keterbatasan ekonomi.***
BERITA30/06/2026 | Intan Gandhini
Bukan Sekadar Angka di Kwitansi: Beasiswa BAZNAS untuk Azizah dan Urgensi Melek SDM Lokal
Bukan Sekadar Angka di Kwitansi: Beasiswa BAZNAS untuk Azizah dan Urgensi Melek SDM Lokal
BAZNAS NEWS – Di tengah tantangan ekonomi yang kian dinamis, sebuah langkah nyata penyelematan masa depan generasi muda kembali ditunjukkan di Bumi Reog. Pada Rabu (26/6/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo secara resmi menyerahkan bantuan beasiswa kepada Azizah Reghina Salwa yang merupakan warga Desa Siman Kecamatan Siman Ponorogo dan sedang menempuh pendidikan di SMPN 2 Ponorogo. Penyerahan yang berlangsung khidmat ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Namun, seremonial ini bukan sekadar penyerahan nominal di atas kertas atau formalitas laporan tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi simbol dari urgensi besar yang sedang dihadapi daerah: investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. KH. Kholid menegaskan bahwa pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus bergeser dari sekadar bantuan konsumtif jangka pendek menuju program produktif yang visioner. Beasiswa "Ponorogo Cerdas" yang diterima Azizah adalah bukti bahwa dana umat adalah instrumen utama dalam meretas jalan buntu pendidikan akibat jerat finansial. Analisis Mendalam: Mengapa Beasiswa Perlu Digalakkan di Ponorogo? Jika ditarik ke ranah yang lebih luas, bantuan untuk Azizah Reghina Salwa menyerukan sebuah alarm penting bagi seluruh pemangku kebijakan di Ponorogo. Menggalakkan beasiswa secara masif bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak karena tiga alasan mendasar: 1. Memutus Rantai Kemiskinan Struktural Kemiskinan di Ponorogo sering kali bersifat turun-temurun akibat rendahnya akses terhadap pendidikan tinggi. Pola ini hanya bisa dipatahkan jika generasi mudanya memiliki keahlian dan daya saing. Pendidikan adalah alat mobilitas sosial paling radikal; satu anak yang berhasil meraih sarjana atau ahli di bidangnya akan menjadi lokomotif yang mengangkat kesejahteraan seluruh keluarga dari garis kemiskinan. 2. Jaring Pengaman dari Ancaman Putus Sekolah Sebagai wilayah dengan dominasi sektor pertanian dan informal, stabilitas ekonomi mayoritas keluarga di Ponorogo sangat rentan terhadap fluktuasi. Ketika badai finansial menghantam, biaya pendidikan kerap menjadi hal pertama yang dikorbankan. Di sinilah beasiswa hadir sebagai jaring pengaman (safety net) krusial, memastikan anak-anak berbakat tidak terpaksa turun ke jalan atau menikah di usia dini akibat kandasnya biaya. 3. Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Sektor Potensial Daerah Ponorogo sedang gencar bersolek di sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan optimalisasi UMKM berbasis pesantren. Tanpa adanya local talent yang cerdas, adaptif, dan melek teknologi, potensi besar ini akan sia-sia atau justru dikelola oleh pihak luar. Ponorogo harus melek bahwa masa depan daerah ini digantungkan pada kualitas anak-anak mudanya hari ini. Kesimpulan: Kolaborasi antara lembaga filantropi seperti BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat dalam menggenjot program beasiswa adalah investasi jangka panjang. Angka yang tertera pada kwitansi bantuan hari ini, akan menjelma menjadi penopang kemajuan Ponorogo di masa depan.***
BERITA26/06/2026 | Intan Gandhini
Dukung Kemandirian Ekonomi Warga, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan Gerobak Usaha
Dukung Kemandirian Ekonomi Warga, BAZNAS Ponorogo Serahkan Bantuan Gerobak Usaha
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat rentan melalui program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah. Berdasarkan dokumentasi kegiatan terbaru, Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., dengan didampingi oleh Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M., secara langsung menyerahkan bantuan berupa gerobak sebagai modal usaha kepada Bapak Padri Irawan, seorang warga dari Kelurahan Nologaten, Ponorogo, pada Rabu (24/06/2026). Bantuan gerobak hijau bermerek "Sedia Aneka Gorengan" tersebut diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian keluarga Bapak Padri agar dapat tumbuh mandiri dan berkelanjutan. Mengapa Bantuan Modal Usaha Sangat Krusial di Kondisi Ekonomi Saat Ini? Penyerahan bantuan ini bukan sekadar aksi sosial seremonial, melainkan sebuah intervensi ekonomi yang sangat krusial. Di tengah situasi ekonomi global maupun domestik yang dinamis saat ini, bantuan modal usaha berupa aset produktif (gerobak) memegang peran yang sangat penting karena beberapa alasan berikut: Mengatasi Tekanan Inflasi dan Tingginya Harga Bahan Pokok Saat ini, masyarakat dihadapkan pada tantangan berat berupa fluktuasi harga bahan pangan dan kebutuhan pokok. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, pos pengeluaran harian seringkali menghabiskan seluruh pendapatan mereka, sehingga tidak ada sisa uang yang bisa ditabung untuk dijadikan modal usaha. Bantuan langsung dari BAZNAS ini memotong hambatan awal (barrier to entry) tersebut, memungkinkan penerima manfaat langsung mengepulkan asap dapur mereka melalui jalur perdagangan tanpa terlilit utang. Memutus Rantai Ketergantungan pada Pinjaman Ilegal (Pinjol/Renteng) Salah satu masalah terbesar pelaku usaha mikro saat membutuhkan modal cepat adalah terjebak dalam lingkaran setan pinjaman online ilegal atau rentenir dengan bunga mencekik. Kehadiran BAZNAS Ponorogo dengan menyalurkan dana zakat produktif memberikan solusi modal yang bersih, halal, dan tanpa beban pengembalian berlebih. Hal ini menjaga stabilitas finansial dan mental para pelaku usaha mikro di tingkat akar rumput. Mengubah "Mustahik" Menjadi "Muzakki" (Kemandirian Berkelanjutan) Berbeda dengan bantuan konsumtif (seperti paket sembako) yang habis dalam hitungan hari, bantuan modal kerja bersifat jangka panjang. Esensi utama dari program BAZNAS ini adalah program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Dengan memiliki aset gerobak gorengan sendiri, Bapak Padri kini memiliki instrumen untuk menciptakan arus pendapatan (cash flow) harian yang berkelanjutan bagi keluarganya. Target jangka panjangnya adalah mengangkat derajat perekonomian penerima manfaat agar di masa depan mereka dapat mandiri, bahkan ikut berzakat (menjadi muzakki). Stimulus Ekonomi Sektor Informal Lokal Sektor informal, seperti usaha gorengan keliling atau menetap, adalah bantalan ekonomi terkuat ketika sektor formal sedang lesu. Dengan bergeraknya usaha baru di Kelurahan Nologaten, perputaran uang di tingkat lokal akan ikut terjaga. Usaha mikro seperti ini juga turut menjaga ketahanan pangan masyarakat sekitar dengan menyediakan opsi konsumsi yang terjangkau. Melalui sinergi manajemen yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan BAZNAS Ponorogo, langkah nyata ini diharapkan terus meluas demi terciptanya tatanan masyarakat Ponorogo yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing dari sektor ekonomi paling mendasar.***
BERITA25/06/2026 | Intan Gandhini
Sinergi RSUD dr. Hardjono S dan BAZNAS Ponorogo: Ringankan Beban Pengobatan Ananda Alvino
Sinergi RSUD dr. Hardjono S dan BAZNAS Ponorogo: Ringankan Beban Pengobatan Ananda Alvino
BAZNAS NEWS – Manajemen RSUD dr. Hardjono S Ponorogo bergerak cepat menyalurkan bantuan biaya perawatan dari BAZNAS Kabupaten Ponorogo untuk keluarga ananda Alvino, warga RT 02/RW 01, Dukuh Segropyak, Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung. Langkah nyata ini terekam dalam dokumentasi BAZNAS Ponorogo, yang memperlihatkan penyerahan bantuan secara langsung di area kerja rumah sakit. Kolaborasi strategis ini hadir sebagai solusi konkret untuk meringankan beban finansial keluarga di tengah masa-masa sulit mendampingi buah hati yang sedang sakit. Dari kacamata medis, jaminan kepastian biaya memiliki korelasi linear yang sangat kuat terhadap tingkat keberhasilan kesembuhan pasien (clinical outcome). Ketika hambatan finansial berhasil dipangkas, risiko terjadinya penundaan tindakan atau pengobatan putus tengah jalan (drop-out) yang dapat memperburuk patofisiologi penyakit anak bisa dihindari. Intervensi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini memastikan tim medis RSUD dr. Hardjono S dapat fokus memberikan pelayanan yang komprehensif, kontinu, dan optimal demi menyelamatkan fase tumbuh kembang ananda Alvino. Penyaluran bantuan ini juga menjadi implementasi nyata yang sinkron dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60 mengenai tata kelola asnaf zakat. Keluarga ananda Alvino sangat tepat dikategorikan ke dalam asnaf fakir atau miskin, yaitu kelompok yang mengalami keterbatasan daya finansial untuk memenuhi hak dasar atas akses kesehatan. Melalui pendekatan ini, instrumen filantropi Islam terbukti bergerak adaptif dan responsif dalam misi kemanusiaan yang mulia, yakni melindungi keberlangsungan jiwa manusia (hifzh an-nafs) sebagai bagian dari inti Maqashid asy-Syari'ah. Melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel antara kedua lembaga, dana umat berhasil dioptimalkan untuk memutus potensi kemiskinan ekstrem akibat beban biaya medis yang tinggi (catastrophic health expenditure). Manajemen RSUD dr. Hardjono S berharap bantuan ini tidak hanya mempercepat pemulihan kesehatan ananda Alvino, tetapi juga mampu mengetuk hati para muzaki untuk terus istikamah berbagi. Gotong royong berbasis syariat ini diharapkan terus bergulir luas demi menebar maslahat yang lebih besar bagi masyarakat Ponorogo.***
BERITA10/06/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Rehab Rumah di Banyudono: Upaya Ilmiah Pengentasan Kemiskinan Berbasis Syariat
BAZNAS Ponorogo Beri Bantuan Rehab Rumah di Banyudono: Upaya Ilmiah Pengentasan Kemiskinan Berbasis Syariat
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam kemaslahatan umat. Pada Selasa, 9 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo resmi menyalurkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Bapak Suharni, seorang warga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Ponorogo, Dr. Muhammad Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I., dengan didampingi oleh Wakil Ketua IV, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., serta Kepala Pelaksana, Bapak Sukarni, S.Sos., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan bahwa setiap program yang digulirkan dikawal dengan manajemen yang serius dan transparan. Tinjauan Ilmiah: Rumah sebagai Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan Secara ilmiah, fokus BAZNAS Ponorogo dalam memprioritaskan program rehab rumah bukanlah tanpa alasan. Dalam studi ekonomi pembangunan dan sosiologi, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan indikator utama dalam mengukur Multidimensional Poverty Index (MPI) atau Indeks Kemiskinan Multidimensi. Ada hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang kuat antara kondisi hunian dengan produktivitas manusia: Kesehatan dan Produktivitas: Rumah yang tidak layak huni (lembap, sanitasi buruk, kurang pencahayaan) menjadi sarang penyakit. Secara epidemiologi, hunian buruk meningkatkan risiko penyakit infeksi dan ISPA. Ketika kepala keluarga atau anggota keluarga sakit, produktivitas ekonomi mereka mandek, yang akhirnya memperdalam jebakan kemiskinan (poverty trap). Aspek Psikologis dan Kognitif: Hunian yang aman dan layak memberikan stabilitas psikologis (mereduksi stres kronis) dan ruang belajar yang kondusif bagi anak-anak. Secara jangka panjang, ini memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui peningkatan kualitas modal manusia (human capital). Dengan memperbaiki rumah Bapak Suharni, BAZNAS Ponorogo secara ilmiah sedang membangun fondasi kesehatan, sosial, dan ekonomi dasar yang menjadi modal utama bagi keluarga penerima manfaat untuk keluar dari garis kemiskinan. Analisis Syariah: Kesesuaian Dana ZIS dengan Delapan Asnaf Penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) oleh BAZNAS Ponorogo untuk program rehab rumah ini dinilai sangat tepat sasaran dan memenuhi regulasi hukum Islam (as-Siyasah asy-Syar'iyyah). Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 60, Allah SWT telah menetapkan 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat. Jika dianalisis, bantuan untuk Bapak Suharni masuk ke dalam kategori yang sangat krusial. Bapak Suharni selaku penerima manfaat masuk dalam kategori Miskin (memiliki harta/penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mendasar) atau Fakir. Rumah merupakan kebutuhan primer (al-hajah al-ashliyyah) dalam konsep Maqashid Syariah (Hifzh an-Nafs / Menjaga Jiwa dan Hifzh al-Mal / Menjaga Harta). Secara perluasan makna kontemporer yang disepakati banyak ulama, program pengentasan kemiskinan struktural demi menjaga kehormatan dan keimanan umat Muslim dari kekufuran akibat kemiskinan juga dapat diakomodasi dalam penguatan kesejahteraan masyarakat. Bantuan RTLH ini sangat sesuai dengan ketentuan asnaf. BAZNAS Ponorogo tidak sekadar membagikan zakat secara konsumtif (habis pakai), melainkan secara produktif-kesejahteraan. Menggunakan dana ZIS untuk membangun tempat tinggal yang layak berarti memenuhi hak dasar hidup (had al-kifayah) seorang Muslim agar ia dapat beribadah dengan tenang, hidup dengan terhormat, dan secara perlahan bertransformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.***
BERITA09/06/2026 | Intan Gandhini
Bawa Berkah bagi Muzakki dan Mustahik, BAZNAS Ponorogo Rehab Rumah Warga Jambon dan Sukorejo
Bawa Berkah bagi Muzakki dan Mustahik, BAZNAS Ponorogo Rehab Rumah Warga Jambon dan Sukorejo
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat prasejahtera. Pada Selasa, 3 Juni 2026, BAZNAS Ponorogo menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah layak huni kepada dua warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Jambon dan Kecamatan Sukorejo. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., kepada para penerima manfaat, yaitu: Bapak Mistono, warga Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon. Bapak Tukirin, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo. Penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Program rehab rumah ini merupakan salah satu pilar utama BAZNAS Ponorogo dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak. "Harapannya, semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi keluarga mustahik, serta membawa keberkahan yang melimpah bagi para muzakki yang telah mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Ponorogo," ujar Ibu Yuni Ahad Diana di sela-sela penyerahan bantuan. Dengan adanya sinergi yang kuat antara muzakki dan BAZNAS, diharapkan program-program kemaslahatan seperti ini dapat terus menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di seluruh pelosok Kabupaten Ponorogo.***
BERITA02/06/2026 | Intan Gandhini
Dana Zakat Jadi Solusi Hunian: BAZNAS Ponorogo Sasar Rumah Tak Layak di Prayungan
Dana Zakat Jadi Solusi Hunian: BAZNAS Ponorogo Sasar Rumah Tak Layak di Prayungan
BAZNAS NEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam program kemanusiaan melalui pendistribusian bantuan bedah rumah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Ema Rahma Yanti, seorang warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (30/4/2026). Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak dan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Ponorogo, Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. Dalam sambutannya, beliau berharap bantuan ini dapat memberikan ketenangan serta meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat diharapkan menjadi jembatan kepedulian dari para muzaki untuk membantu sesama secara tepat sasaran. Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Pemerintah Desa Prayungan yang menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak desa memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kemiskinan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan dasar akan tempat tinggal di wilayah Kecamatan Sawoo. Proses renovasi rumah Ibu Ema Rahma Yanti akan segera dilaksanakan dengan melibatkan gotong royong warga setempat. Dengan adanya bantuan ini, BAZNAS Ponorogo terus berupaya memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah guna menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh pelosok Bumi Reog. Analisis Dampak Ekonomi di Era Sekarang Di tengah fluktuasi harga material bangunan dan biaya hidup di tahun 2026, program bedah rumah memiliki dampak ekonomi yang signifikan: Peningkatan Aset Produktif: Rumah yang layak meningkatkan kesehatan penghuninya, sehingga menurunkan pengeluaran kesehatan keluarga dan meningkatkan produktivitas kerja mereka. Stimulasi Ekonomi Mikro: Pembelian material bangunan dan penggunaan tenaga kerja lokal dalam proses renovasi memutar roda ekonomi di tingkat desa. Pengurangan Kesenjangan: Intervensi BAZNAS membantu mencegah keluarga prasejahtera jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan akibat beban biaya perbaikan aset yang tidak mampu mereka tanggung sendiri.
BERITA30/04/2026 | Intan Gandhini
Link and Match: BAZNAS Bedah Strategi Kesejahteraan Ekonomi Umat di FEBI UIN Ponorogo
Link and Match: BAZNAS Bedah Strategi Kesejahteraan Ekonomi Umat di FEBI UIN Ponorogo
BAZNAS NEWS – Kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari tidak sekadar menjadi seremonial di atas kertas. Sebagai langkah konkret awal, Wakil Ketua IV Ibu Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E. hadir langsung sebagai narasumber dalam agenda Kuliah Tamu yang digelar di kampus FEBI, Senin (27/04/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf yang antusias mendalami implementasi tata kelola zakat modern. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan untuk menyelaraskan antara teori ekonomi syariah yang diajarkan di bangku perkuliahan dengan realitas praktik pengelolaan dana umat di lapangan. Analisis: Sinergi Akademisi dan Praktisi Dari sudut pandang akademis, kolaborasi ini dinilai sangat linier dengan visi FEBI UIN Ponorogo. Berikut adalah beberapa poin analisis terkait peran strategis BAZNAS dalam memperkuat ekonomi umat: Laboratorium Ekonomi Syariah yang Hidup: BAZNAS berperan sebagai mitra industri bagi FEBI. Jika kampus berfokus pada pengembangan literasi dan riset, maka BAZNAS adalah pelaksana dari instrumen ekonomi Islam tersebut. Sinergi ini memastikan lulusan FEBI memiliki wawasan yang relevan dengan ekosistem zakat nasional. Akselerator Kesejahteraan Umat: Melalui berbagai program pendayagunaan, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi Islam mengenai distribusi kekayaan yang adil guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Ponorogo. Penguatan Tata Kelola Berbasis Integritas: Dengan melibatkan akademisi dalam pengawasan dan pengembangan program, BAZNAS memperkuat pilar akuntabilitasnya. Sebaliknya, kampus mendapatkan data riil untuk mengembangkan model ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat. Menuju Ekosistem Ekonomi Islam yang Unggul Kuliah tamu ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bahwa zakat bukan hanya soal ibadah personal, melainkan instrumen fiskal Islam yang kuat dalam pengentasan kemiskinan. "Langkah tindak lanjut yang cepat ini membuktikan komitmen kedua lembaga. Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam dipraktikkan secara profesional oleh BAZNAS," ungkap Ibu Yuni Ahad Diana. Dengan adanya kolaborasi yang linier ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan zakat yang lebih modern, transparan, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Ponorogo.***
BERITA28/04/2026 | Intan Gandhini
Sinergi Strategis: BAZNAS Ponorogo Resmi Jalin Kerja Sama dengan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
Sinergi Strategis: BAZNAS Ponorogo Resmi Jalin Kerja Sama dengan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo terus memperluas jejaring kolaborasi untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Senin, 27 April 2026. Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kantor FEBI ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd. Dalam agenda tersebut, beliau turut didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya, yakni Wakil Ketua II, Wakil Ketua IV, serta Kepala Pelaksana BAZNAS Ponorogo. Komitmen Penguatan Kelembagaan Dalam sambutannya, KH. Kholid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak akademisi yang telah membuka ruang kolaborasi bagi BAZNAS. "Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaga kami. Sinergi antara praktisi pengelola zakat dan akademisi ini sangat krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi Islam yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat Ponorogo," ujar KH. Kholid. Gayung Bersambut dari Pihak Akademisi Senada dengan hal tersebut, Dekan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Dr. Aji Damanuri, M.E.I, menyambut hangat kemitraan ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS Ponorogo merupakan langkah strategis bagi fakultas dalam mengimplementasikan ilmu ekonomi Islam secara praktis. "Kami sangat berterima kasih dapat bermitra dengan BAZNAS Ponorogo. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi berlanjut pada program-program pengabdian, riset, maupun pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah," ungkap Dr. Aji Damanuri. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat berbasis literasi ilmiah sekaligus menjadi wadah integrasi antara dunia kampus dan lembaga sosial keagamaan demi kesejahteraan umat di Bumi Reog.***
BERITA28/04/2026 | Intan Gandhini
BAZNAS Ponorogo Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Para Muzakki atas Kepercayaan Penyaluran Zakat Fitrah
BAZNAS Ponorogo Sampaikan Apresiasi Mendalam kepada Para Muzakki atas Kepercayaan Penyaluran Zakat Fitrah
BAZNAS NEWS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, khususnya para muzakki, yang telah menunaikan kewajiban zakat fitrah melalui lembaga resmi ini. Kepercayaan masyarakat dinilai menjadi energi utama bagi BAZNAS untuk terus berkomitmen dalam mengelola dana umat secara transparan, profesional, dan tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Ponorogo, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa dukungan dari berbagai lapisan masyarakat pada tahun ini sangat luar biasa. Beliau menegaskan bahwa peran aktif para muzaki telah membantu memperkuat fondasi ekonomi syariah di Bumi Reog. Sinergi antara lembaga dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga demi kemaslahatan bersama. Dalam pernyataannya, KH. Kholid, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi publik terhadap lembaga yang dipimpinnya. Beliau mengatakan, "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa BAZNAS Ponorogo telah menjadi lembaga pemerintah yang dipercaya oleh seluruh masyarakat Ponorogo, terutama para ASN yang secara konsisten menyalurkan zakatnya melalui kami." Lebih lanjut, pihak BAZNAS memastikan bahwa seluruh zakat fitrah yang terkumpul akan segera didistribusikan kepada para asnaf di seluruh wilayah Ponorogo. Proses distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat prasejahtera, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Sebagai penutup, BAZNAS Ponorogo berharap agar semangat berbagi ini tidak berhenti pada momen Ramadhan saja, melainkan berlanjut melalui zakat mal, infak, maupun sedekah lainnya. Dengan dukungan penuh dari para muzakki dan jajaran ASN, BAZNAS optimis dapat terus hadir sebagai solusi sosial dan keagamaan yang handal bagi kemajuan Kabupaten Ponorogo.***
BERITA17/03/2026 | Intan Gandhini
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Ponorogo.

Lihat Daftar Rekening →